Harga Cabai Rawit di HSS Tembus Rp140 Ribu, Pasokan Menipis akibat Kemarau

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:17 WIB
HARGA CABAI: Salah satu lapak pedagang sayur menjual cabai rawit di Pasar Kandangan, HSS.
HARGA CABAI: Salah satu lapak pedagang sayur menjual cabai rawit di Pasar Kandangan, HSS.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Harga cabai rawit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melonjak tajam. Di tengah pasokan yang menipis akibat kemarau, harga komoditas tersebut kini mencapai Rp140 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Los Batu Kandangan, Jumat (2/10/2026), cabai rawit menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di pasaran.

Sementara itu, harga cabai besar merah berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram, cabai hijau besar Rp58 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting Rp75 ribu per kilogram.

"Cabai rawit Rp140.000 per kilo, cabai besar merah Rp60.000 per kilo, cabai hijau besar Rp58.000 per kilo, dan cabai merah keriting Rp75.000 per kilo," ujar Maswaryadi, salah satu penjual sayur di Pasar Los Batu Kandangan.

Pasokan Berkurang akibat Kemarau

Fasilitator Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten HSS, Rif'at, mengatakan kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi berkurangnya pasokan.

Kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan cabai di pasaran.

"Saat ini memang pengaruh musim kemarau. Pasokan sedang berkurang," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pasokan cabai rawit juga didatangkan dari luar daerah, termasuk Surabaya dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Namun, pasokan dari daerah tersebut juga sempat terbatas karena kebutuhan cabai di daerah asal dan wilayah lainnya.

Kondisi tersebut membuat pasokan yang masuk ke HSS belum sepenuhnya mampu menekan harga cabai rawit di pasaran.

Cabai Lokal Lebih Mahal

Di HSS sendiri, petani masih membudidayakan cabai rawit lokal. Namun, kondisi kemarau membuat proses budidaya membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam pengairan dan pemeliharaan tanaman.

Rif'at menyebut harga cabai rawit lokal saat ini sekitar Rp140 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit yang didatangkan dari Jawa berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya.

"Kalau yang lokal, seperti cabai rawit gunung, harganya memang bisa lebih tinggi. Yang paling pedas dan kualitasnya bagus biasanya harganya lebih mahal," jelasnya.

Perbedaan harga tersebut dipengaruhi jenis serta kualitas cabai yang dipasarkan. Cabai lokal dengan karakteristik tertentu memiliki harga lebih tinggi dibandingkan sebagian pasokan dari luar daerah.

Harga Mulai Turun Tipis

Meski masih berada di level tinggi, harga cabai rawit dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan sedikit penurunan.

Rif'at berharap pasokan cabai terus bertambah sehingga tekanan harga di pasar dapat berkurang.

Jika pasokan kembali normal, harga cabai rawit diharapkan ikut bergerak turun dan tidak terus membebani konsumen.

Untuk sementara, harga Rp140 ribu per kilogram menunjukkan bagaimana berkurangnya pasokan di tengah kemarau dapat langsung terasa di pasar. Bagi konsumen, cabai rawit kini menjadi salah satu komoditas yang harus dibeli dengan biaya lebih tinggi.

Editor : Eddy Hardiyanto
harga cabai rawit kemarau HSS