RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Balangan terus mengebut pengerjaan dan perbaikan sejumlah jembatan gantung.
Sedikitnya lima jembatan gantung ditargetkan rampung sebelum akhir 2026. Proyek tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Balangan.
Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Balangan Rahmadiah melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rina Aryani, mengatakan kelima jembatan yang masuk dalam daftar pengerjaan utama berada di Buntu Karau, Lamida Bawah, Jimamun, Baruh Panyambaran, dan Sungsum RT 4.
“Semuanya saat ini sedang berproses. Total ada lima titik jembatan gantung yang masuk dalam daftar pengerjaan kita,” terang Rina.
Jembatan Sungsum Diperbaiki Pascabanjir
Dari lima proyek tersebut, Jembatan Gantung Sungsum RT 4 memiliki latar belakang berbeda.
Jembatan tersebut masuk dalam penanganan karena terdampak banjir yang terjadi sebelumnya. Meski pengerjaannya masih berlangsung, Dinas PUPRPerkim tetap memasang target penyelesaian hingga akhir tahun.
“Untuk jembatan Sungsum RT 4 itu karena terdampak banjir kemarin. Posisinya saat ini memang masih berproses, tapi tetap kita targetkan selesai akhir tahun,” ungkapnya.
Rina memastikan pengerjaan lima titik jembatan tersebut tetap berjalan sesuai proses yang telah direncanakan.
Dua Jembatan Dicoret dari Pengerjaan 2026
Di tengah percepatan pengerjaan lima jembatan, terdapat dua usulan perbaikan yang terpaksa tidak dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
Keduanya yakni Jembatan Gantung di Desa Teluk Karya dan Jembatan Ajung.
Rina menjelaskan, keputusan tersebut bukan karena proyek tidak diperlukan. Pertimbangan utamanya berkaitan dengan aspek teknis dan sisa waktu pelaksanaan yang dinilai tidak memungkinkan pekerjaan diselesaikan sebelum tutup buku anggaran 2026.
“Jembatan Ajung tidak jadi. Mungkin tahun depan,” ujarnya.
Dengan demikian, dari sejumlah usulan penanganan jembatan gantung tahun ini, lima titik tetap dikebut pengerjaannya, sementara dua lainnya diarahkan untuk masuk dalam perencanaan tahun berikutnya.
Editor : Eddy Hardiyanto