RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Balangan tengah mengebut sejumlah proyek peningkatan jalan strategis. Fokus utamanya adalah pembangunan akses jalan alternatif baru untuk memecah kepadatan lalu lintas di pusat kota.
Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Balangan, Rahmadiah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Rina Aryani, memaparkan bahwa salah satu proyek prioritas saat ini adalah pengerjaan di kawasan Harapan Baru.
Jalan baru ini dirancang sebagai rute alternatif yang nantinya akan tembus langsung menuju kawasan Tugu Maritam.
"Ada pengerjaan jalan di Muara Pitap, Harapan Baru. Rute jalan ini nanti tembusnya langsung ke arah Tugu Maritam," ungkap Rina, Kamis (1/10).
Pembangunan rute tembus ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang dari Bina Marga untuk mengurai arus kendaraan, sehingga penumpukan di jalur utama bisa ditekan secara maksimal.
"Ini menjadi jalan alternatif agar arus lalu lintas tidak macet lagi, terutama saat ada acara atau keramaian massa. Selain itu, arahnya juga bagus karena terhubung ke kawasan perkantoran daerah," paparnya.
Berdasarkan papan informasi di lokasi proyek, pekerjaan Peningkatan Jalan Muara Pitap - Harapan Baru di Kecamatan Paringin Selatan ini menelan biaya riil sebesar Rp8.548.218.237. Jangka waktu pelaksanaannya dipatok selama 145 hari kalender, yang telah terhitung mulai tanggal 24 Juli 2026.
Selain rute Harapan Baru, pemerintah daerah juga menggelontorkan pagu anggaran yang tak kalah fantastis untuk dua proyek peningkatan jalan lainnya. Nilainya Rp20 miliar. Proyek tersebut meliputi Peningkatan Jalan Muara Pitap - Lingsir serta Peningkatan Jalan Awayan - Guha di Kecamatan Awayan yang dianggarkan masing-masing Rp10 miliar.
Di luar penanganan dan peningkatan jalan baru, Bina Marga juga memastikan penanganan kondisi infrastruktur darurat tetap berjalan. Salah satunya adalah penanganan ruas jalan yang terdampak pergeseran tanah atau longsor di Desa Matang Lurus, Kecamatan Lampihong. Terdapat dua titik longsor berdekatan yang saat ini masuk dalam target penanganan Dinas PUPRPerkim.
"Posisinya dari arah Jembatan Teluk Karya belok kanan. Di sana ada penahan yang sebelumnya sudah ditangani tapi longsor lagi, ditambah ada satu titik longsor baru di dekatnya," jelas Rina memaparkan kondisi di lapangan.
Editor : M Oscar Fraby