RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Produktivitas kelompok Generasi Tenun Mandiri di Tanah Bumbu meningkat drastis setelah mendapat bantuan peralatan produksi dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Sebelumnya, kelompok perajin Tenun Pagatan tersebut hanya mampu menyelesaikan sekitar satu kain dalam sebulan. Kini, dengan dukungan peralatan produksi, mereka mampu menghasilkan hingga 10 kain hanya dalam waktu 20 hari.
Perajin Tenun Pagatan, Abdul Aziz, mengatakan perubahan tersebut terasa signifikan setelah berbagai peralatan produksi mulai digunakan.
“Dulu satu bulan itu paling dapat satu. Sekarang 20 hari bisa dapat 10,” kata Abdul Aziz, dikutip Selasa (29/9).
Produktivitas Melonjak, Libatkan Lima Pekerja
Menurut Abdul Aziz, peningkatan kapasitas produksi mencapai sekitar 90 persen.
Selain mempercepat proses pengerjaan, peralatan tersebut membuat kelompoknya dapat menambah tenaga kerja dalam proses produksi. Setidaknya lima pekerja tambahan kini bisa dilibatkan.
Bantuan yang diberikan mencakup lima alat tenun besar dan tiga alat tenun kecil.
Tak hanya alat tenun, kelompok tersebut juga menerima mesin obras, mesin jahit, mesin potong bahan kain, mesin overdeck, mesin neci benang, mesin jahit kulit sepatu, mesin jahit industrial, hingga setrika uap boiler.
Total nilai bantuan peralatan tersebut mencapai Rp264 juta.
Tenun Pagatan Tembus India dan Inggris
Peningkatan kapasitas produksi menjadi semakin penting karena permintaan Tenun Pagatan tidak hanya datang dari dalam daerah.
Abdul Aziz mengatakan produk yang dibuat kelompoknya telah dikirim kepada pembeli di luar negeri, termasuk India dan Inggris.
“Ini membuat kelompok perajin perlu menjaga kapasitas produksi supaya pesanan dapat dipenuhi,” katanya.
Permintaan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para perajin untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produksi Tenun Pagatan.
Warisan Tenun Sejak Abad ke-17
Tenun Pagatan bukan sekadar produk kerajinan. Keterampilan menenun telah diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Pagatan.
Abdul Aziz menyebut tradisi menenun di Pagatan telah berlangsung sejak abad ke-17.
Seiring perkembangan zaman, Tenun Pagatan tak lagi hanya digunakan sebagai pakaian tradisional. Produk tenun kini dikembangkan menjadi beragam produk sandang.
Pemerintah daerah juga telah beberapa kali memperkenalkan produk Tenun Pagatan dalam berbagai kegiatan berskala nasional.
Dengan dukungan peralatan produksi dan meningkatnya permintaan pasar, para perajin kini memiliki kapasitas lebih besar untuk mengembangkan Tenun Pagatan sekaligus mempertahankan warisan kerajinan yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Editor : Eddy Hardiyanto