Puluhan Perahu Layar Bakal Adu Cepat di Kotabaru Minggu Ini ! Katir Race 2026 Angkat Budaya Mandar

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:13 WIB
SELALU RAMAI: Masyarakat pesisir menyaksikan adu cepat perahu layar dalam Lomba Katir Race di Desa Teluk Aru Kotabaru, Minggu (1/9/2024).
SELALU RAMAI: Masyarakat pesisir menyaksikan adu cepat perahu layar dalam Lomba Katir Race di Desa Teluk Aru Kotabaru, Minggu (1/9/2024).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Laut di Pantai Pulau Kerayaan, Desa Pulau Kerayaan, Kabupaten Kotabaru, bakal kembali menjadi arena pertunjukan tradisi bahari masyarakat Mandar.

Festival Adat Katir Race & Mappauli Kappung 2026 dijadwalkan digelar pada Minggu (27/9). Perlombaan perahu layar khas Mandar itu dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.

Mengusung tema “Laut dan Budaya Kita Bersama”, festival ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat pesisir Kotabaru.

Bukan Sekadar Adu Cepat Perahu

Katir Race bukan sekadar perlombaan untuk menentukan perahu tercepat. Di balik layar yang terkembang dan laju perahu di tengah laut, tersimpan jejak kehidupan masyarakat Mandar yang sejak dahulu dikenal sebagai komunitas pelaut.

Pada masa lalu, perahu katir digunakan masyarakat untuk menangkap ikan maupun menjalankan berbagai aktivitas di laut.

Dalam pelaksanaan Katir Race yang pernah dihadiri Radar Banjarmasin pada 2024, puluhan perahu katir saling beradu kecepatan dengan mengandalkan kekuatan layar serta keterampilan para pengendalinya.

Setiap perahu umumnya dikendalikan tiga orang.

Pada gelaran sebelumnya, perlombaan dibagi dalam dua kategori, yakni Katir Besar dan Katir Kecil. Namun, khusus pelaksanaan di Pulau Kerayaan tahun ini, perlombaan hanya mempertandingkan kategori Katir Besar.

Tradisi Mandar Dibawa ke Era Modern

Antusiasme warga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Katir Race. Masyarakat berbondong-bondong menuju kawasan pesisir untuk menyaksikan perahu tradisional melaju di tengah laut.

Tradisi yang lahir dari kehidupan masyarakat pesisir itu kini dikemas dalam bentuk festival. Tujuannya bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuat warisan budaya tersebut tetap relevan dan lebih mudah dikenal generasi sekarang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru Kamirudin melalui Kabid Event Rudi Nugraha mengatakan, Kotabaru memiliki keberagaman etnis dan budaya yang menjadi kekayaan daerah.

Menurutnya, budaya Kotabaru tidak hanya berasal dari masyarakat Banjar, Dayak, Jawa maupun Bugis. Berbagai suku lainnya juga telah lama hidup dan berkembang di Bumi Saijaan, termasuk masyarakat Mandar.

“Ini merupakan adat budaya Mandar yang dikolaborasikan di era modern, menjadi lomba agar lebih dikenal masyarakat luas,” jelas Rudi.

Katir Race, lanjutnya, menjadi momentum untuk membawa kembali tradisi bahari masyarakat Mandar ke tengah masyarakat.

Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda

Festival tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, Katir Race menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan warisan budaya pesisir kepada generasi muda.

Terlebih, kehidupan masyarakat Kotabaru memiliki hubungan erat dengan laut. Karena itu, keberadaan perahu katir tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan aktivitas masyarakat pesisir.

“Mudahan acara ini berlangsung sukses. Selain Katir Race dan Pesta Adat Mappauli Kappung, juga ada kegiatan lainnya,” ujar Rudi.

Festival Adat Katir Race dan Mappauli Kappung 2026 juga membawa misi lebih luas. Mulai dari promosi pariwisata, pelestarian budaya, memperkuat kebersamaan masyarakat hingga mendorong perputaran ekonomi lokal.

Melalui Katir Race, tradisi pelaut Mandar di Kotabaru diharapkan tidak sekadar menjadi cerita dari masa lalu.

Layar perahu katir diharapkan terus terkembang, membawa warisan budaya tersebut tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Kotabaru Katir Race perahu layar adu cepat budaya Mandar