RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN — Warga pesisir Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu, kembali menghadapi ancaman gelombang pasang setiap penghujung tahun. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu merespons persoalan tersebut dengan membangun siring laut sepanjang 560 meter.
Infrastruktur pengaman pantai itu dibangun untuk menahan tekanan gelombang sekaligus memperlambat abrasi yang mengikis garis pantai dan mengancam kawasan di belakangnya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa pengalaman. Pada Desember 2022, gelombang pasang menerjang kawasan pesisir Kusan Hilir hingga menyebabkan sejumlah makam terbongkar. Peti jenazah, kain kafan, hingga tulang-belulang dilaporkan berserakan di sekitar pantai.
“Kalau sudah akhir tahun, kami biasanya mulai waswas melihat laut. Takut gelombangnya besar dan air naik lagi. Dulu makam sampai terbongkar, jasad dan tulang berserakan di pantai. Waktu itu ramai juga, viral,” kata warga Kelurahan Pagatan, Darmansyah (43), dikutip Ahad (20/9).
Peristiwa tersebut menjadi gambaran besarnya tekanan gelombang terhadap kawasan pesisir Pagatan. Ancaman tidak hanya menyasar permukiman, tetapi juga fasilitas dan ruang yang digunakan masyarakat.
Pembangunan siring laut merupakan tindak lanjut atas usulan warga bersama Kelurahan Pagatan yang telah disampaikan selama beberapa tahun.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada 2025.
Dengan panjang 560 meter, siring tersebut ditujukan sebagai pengaman kawasan pesisir dari gelombang pasang dan abrasi. Infrastruktur itu diharapkan dapat mengurangi risiko air laut mencapai kawasan di belakang garis pantai ketika kondisi laut memburuk.
Editor : Arif Subekti