Kabut Asap Tebal Selimuti Tabalong, ISPU Tembus 1.017 Ternyata Bukan dari Karhutla Lokal

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:26 WIB

 

KABUT ASAP: Kondisi kabut asap di Tabalong yang masih menyelimuti.
KABUT ASAP: Kondisi kabut asap di Tabalong yang masih menyelimuti.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tabalong dalam beberapa hari terakhir ternyata bukan disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong menyebut asap berasal dari daerah lain yang terbawa angin hingga masuk ke wilayah Tabalong.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara memburuk. Bahkan, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat melonjak hingga mencapai 1.017.

Asap Terbawa Angin dari Daerah Lain

BPBD Tabalong menjelaskan, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pergerakan angin mengarah ke barat laut dan utara.

Kondisi itu membuat asap dari wilayah lain terbawa masuk ke Tabalong dan kemudian menyebabkan kabut pekat.

“Analisa BMKG terdeteksi adanya asap karena pergerakan angin yang mengarah ke barat laut dan utara, asap tersebut terbawa hingga berdampak menjadi kabut pekat di Tabalong,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Sementara itu, pemantauan titik panas menunjukkan tidak adanya titik api di wilayah Tabalong dalam beberapa hari terakhir.

“Nihil,” katanya saat ditanya mengenai keberadaan titik api atau hotspot di Tabalong.

Data tersebut juga sejalan dengan pantauan terbaru sebaran titik panas melalui Sipongi, aplikasi resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Personel Tetap Disiagakan

Meski tidak ditemukan titik panas, BPBD Tabalong tidak mengendurkan kesiapsiagaan.

Seluruh personel penanggulangan bencana tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran hutan dan lahan.

BPBD juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya sumber asap baru yang dapat memperburuk kondisi udara di Tabalong.

“Ini menjadi perhatian dan prioritas kami untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

Kabut Mulai Menipis, ISPU Masih Tinggi

Kabar baiknya, ketebalan kabut asap di Tabalong mulai berkurang.

Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai kualitas udara karena angka ISPU masih berada pada level tinggi.

Data terakhir menunjukkan angka ISPU Tabalong berada di 1.017.

Kondisi ini menjadi perhatian karena meski kabut mulai menipis, kualitas udara masih belum sepenuhnya membaik.

Editor : Eddy Hardiyanto
Tabalong karhutla Kabut Asap