RADARBANJARMASINJAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Memasuki hari kelima operasi SAR Nasional pencarian korban KM Virgo Transport 8, suasana haru masih menyelimuti Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Di tengah penantian panjang, keluarga korban bersama tim terpadu dan awak media menggelar doa bersama, Kamis (17/9/2026) malam, selepas salat Isya.
Kegiatan berlangsung di ruang embarkasi penumpang Pelabuhan Trisakti. Doa diawali dengan pembacaan Surah Yasin, kemudian dilanjutkan dengan doa untuk para korban, keluarga yang masih menunggu, serta kelancaran proses pencarian.
Puluhan keluarga korban mengikuti kegiatan dengan khusyuk. Sebagian dari mereka masih setia menanti kabar anggota keluarga yang hingga kini belum ditemukan.
Doakan Tim SAR Tetap Kuat
Kapolsek KPL Kompol Abdul Rauf mengatakan, doa bersama menjadi bentuk kebersamaan antara tim terpadu dan keluarga korban yang masih berada dalam masa penantian.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk para korban, tetapi juga bagi seluruh personel yang masih bekerja di lapangan.
“Dari sisi spiritual, kita ingin memberikan rasa kebersamaan kepada keluarga korban,” ujarnya.
Rauf berharap seluruh tim pencarian dan evakuasi diberikan kesehatan serta kekuatan agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Tujuannya agar tim yang melaksanakan proses pencarian dan evakuasi terus diberi kekuatan dan kesehatan, sehingga selalu optimal dalam melaksanakan tugasnya untuk menemukan korban yang masih dalam proses pencarian,” katanya.
Doa juga dipanjatkan untuk korban yang telah ditemukan meninggal dunia serta keluarga yang masih menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.
“Khusus kepada keluarga korban, semoga Allah memberikan ketabahan, kekuatan dan kesabaran untuk menunggu. Semoga takdir Allah nanti memberikan hasil yang terbaik bagi keluarga,” tuturnya.
Jumat Malam Kembali Gelar Doa
Rauf mengatakan, doa bersama akan kembali digelar Jumat (18/9/2026) malam selepas salat Isya.
Kali ini, tim terpadu berencana menghadirkan tokoh agama untuk memberikan arahan dan motivasi kepada keluarga korban.
“Besok kita juga akan melaksanakan di waktu yang sama, bakda Isya. Kita akan memanggil tokoh agama untuk memberikan arahan dan semangat agar dalam menghadapi cobaan ini kita selalu kuat,” jelasnya.
Menurut Rauf, kegiatan Kamis malam diikuti sekitar 35 keluarga korban. Jumlah anggota keluarga yang turut mendampingi diperkirakan mencapai sekitar 70 orang.
Menunggu Kabar Suami
Salah satu keluarga yang hadir adalah Siti Rohaniah, 58. Warga Sampit itu datang bersama anak, saudara, dan menantunya.
Siti masih menunggu kabar suaminya, Furqan, yang bekerja sebagai sopir lintas pulau dan menjadi salah satu penumpang KM Virgo Transport 8.
Di tengah ketidakpastian, Siti tetap menyimpan harapan agar suaminya ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya berharap suami saya segera ditemukan. Mudah-mudahan masih ada kabar baik dan bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” harap Siti.
Ia mengaku akan terus menunggu perkembangan pencarian bersama keluarga korban lainnya.
Bagi Siti, doa bersama di Pelabuhan Trisakti menjadi salah satu penguat untuk menghadapi masa penantian.
“Semoga pencarian besok bisa menemukan suami saya dan korban lainnya. Kami di sini hanya bisa berdoa dan menunggu,” tuturnya.
Editor : Eddy Hardiyanto