RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai - Musim asap mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). ISPA dan asma menjadi penyakit yang banyak ditangani Puskesmas Haur Gading selama kabut asap melanda.
Berdasarkan laporan harian periode 1–15 September 2026, Puskesmas Haur Gading mencatat 149 kasus pengobatan dari seluruh wilayah kerjanya. Keluhan terkait saluran pernapasan menjadi salah satu yang paling banyak ditangani di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap.
Dokter Puskesmas Haur Gading dr Yeni Kusuma Dewi mengatakan, kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan asma cukup banyak ditemukan selama musim asap.
Paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat asma.
"Selama musim asap seperti sekarang, kasus ISPA dan asma menjadi salah satu yang banyak kami tangani. Paparan asap dapat memicu keluhan pernapasan, terlebih bagi pasien yang memang sudah memiliki riwayat asma," ujar Yeni, Selasa (15/9/2026).
Kurangi Aktivitas saat Asap Pekat
Yeni yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten HSU meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk.
Masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap sedang pekat.
"Kalau kondisi asap pekat, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi penderita asma, gunakan masker ketika harus keluar dan segera memeriksakan diri apabila muncul keluhan sesak atau gangguan pernapasan," jelasnya.
Selain ISPA dan asma, laporan Puskesmas Haur Gading mencatat sejumlah penyakit lain. Di antaranya hipertensi, diabetes melitus tidak tergantung insulin dengan komplikasi ganda, pulpitis atau peradangan jaringan pulpa gigi, dispepsia, gangguan pertumbuhan gigi, hingga pilek.
Data pelayanan tersebut digunakan untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Haur Gading. Pemantauan dilakukan untuk melihat kecenderungan penyakit sekaligus menentukan langkah pelayanan dan pencegahan.
"Data pelayanan ini kami gunakan untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat. Dengan begitu, kami bisa melihat penyakit yang banyak muncul dan menyesuaikan langkah pelayanan maupun pencegahan," katanya.
Pelajar Sempat Alami Sesak
Dampak asap terhadap gangguan pernapasan juga sebelumnya terlihat pada sejumlah pelajar di wilayah tersebut.
Puskesmas Haur Gading sempat menangani sejumlah pelajar yang mengalami sesak napas setelah terpapar asap. Beberapa di antaranya diketahui memiliki riwayat asma yang kembali kambuh ketika kondisi asap semakin pekat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memperburuk gangguan pernapasan.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim asap masih berlangsung, terutama mereka yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno