Tiga Titik Longsor di Sungai Pandan, Wabup HSU Turun Langsung Cek Kondisi Warga

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB
HADIR: Wakil Bupati HSU Hero Setiawan meninjau lokasi tanah longsor di Kecamatan Sungai Pandan. Peninjauan dilakukan di tiga titik untuk memastikan kondisi warga dan penanganan dampak bencana.
HADIR: Wakil Bupati HSU Hero Setiawan meninjau lokasi tanah longsor di Kecamatan Sungai Pandan. Peninjauan dilakukan di tiga titik untuk memastikan kondisi warga dan penanganan dampak bencana.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Bencana tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Merespons kejadian tersebut, Pemkab HSU langsung turun ke lapangan. Wakil Bupati HSU Hero Setiawan meninjau tiga lokasi terdampak longsor, Senin (15/9/2026).

Tiga lokasi tersebut berada di Desa Tatah Halaban, Desa Pangkalan Sari, serta Desa Penyiuran Gang Cempakan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat secara langsung dampak longsor. Pemerintah daerah juga memetakan titik-titik yang dinilai masih berpotensi mengalami longsor susulan.

“Kita ingin memastikan kondisi warga dan melihat langsung dampak yang terjadi. Yang paling penting, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata Hero.

Satu Rumah Terdampak Longsor

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Gang Cempakan, Desa Penyiuran. Material tanah longsor dilaporkan berdampak terhadap satu unit rumah warga.

Hero memastikan kondisi warga di sekitar lokasi serta melihat langsung kondisi lingkungan yang terdampak.

Pemkab HSU selanjutnya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan, termasuk terhadap titik yang berpotensi kembali mengalami pergerakan tanah.

“Kita akan koordinasikan dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, termasuk pada titik yang berpotensi mengalami longsor susulan,” ujarnya.

Bupati Instruksikan Jangan Tunggu Laporan

Respons cepat tersebut sejalan dengan instruksi Bupati HSU H. Sahrujani. Sebelumnya, dia meminta jajarannya segera turun ke lapangan ketika terjadi bencana yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Menurut Sahrujani, penanganan bencana tidak boleh hanya mengandalkan laporan dari lapangan. Kondisi harus segera dicek agar langkah penanganan dapat ditentukan dengan cepat.

“Kalau ada kejadian yang menyangkut keselamatan masyarakat, jangan menunggu terlalu lama. Segera turun ke lapangan dan lihat kondisi sebenarnya agar penanganannya bisa cepat dilakukan,” tegas Sahrujani.

BPBD Petakan Potensi Longsor Susulan

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HSU H. Syamrani mengatakan, peninjauan sejumlah lokasi longsor juga menjadi bagian dari proses pendataan dan mitigasi bencana.

Pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi setiap titik secara lebih detail. Termasuk mengidentifikasi lokasi yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah.

“Peninjauan ini sekaligus untuk pendataan sejumlah lokasi penting sebagai bahan dalam memitigasi titik-titik longsor. Dari pendataan tersebut, kita bisa melihat lokasi mana yang perlu mendapat penanganan dan perhatian lebih lanjut,” jelas Syamrani.

Hasil pendataan selanjutnya menjadi bahan koordinasi bersama instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan.

Terutama untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar apabila longsor kembali terjadi.

“Mitigasi penting dilakukan sejak awal. Kita tidak hanya menangani dampak yang sudah terjadi, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari,” ujarnya kepada media ini, Selasa (15/9/2026).

Pemkab HSU memastikan tiga titik longsor tersebut menjadi perhatian untuk penanganan lebih lanjut.

Langkah terpadu bersama instansi terkait akan dilakukan untuk meminimalkan risiko korban maupun kerusakan, terutama di lokasi yang masih memiliki potensi pergerakan tanah.

Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sembari pemerintah melakukan pemetaan dan penanganan terhadap titik-titik rawan longsor.

 

Editor : Eddy Hardiyanto
Wabup HSU longsor Sungai Pandan cekal