RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjar – Tim Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melakukan pembinaan kepada lansia di Desa Melayu Tengah melalui program edukasi kesehatan, stimulasi kognitif hingga pengolahan pangan lokal, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan fungsi kognitif sekaligus mendorong pola hidup sehat pada lansia.
Rangkaian intervensi melibatkan 30 lansia dan 10 kader Posyandu serta Posbindu. Para lansia mendapatkan edukasi mengenai ketenangan kognitif berbasis spiritual atau faith and cognitive serenity, serta pemahaman mengenai antisipasi risiko lingkungan di rumah.
Selain penyuluhan, lansia juga mengikuti pendampingan dan permainan kognitif melalui metode permainan terstruktur. Kegiatan ini ditujukan untuk menstimulasi kemampuan otak dan membantu menjaga fungsi kognitif lansia.
Sementara itu, para kader mendapatkan penyegaran kapasitas mengenai tips menjaga kemandirian lansia, pencegahan risiko Alzheimer, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi lansia.
Pembinaan juga diisi dengan demo masak kreasi pangan lokal. Peserta diajak mengolah sajian bergizi seimbang yang mendukung kesehatan lansia, di antaranya menu "Bola Otak" dan "Puding Jagung Otak Ceria". Tim juga mengenalkan penyusunan 5-Day Healthy Senior Meal Plan sebagai panduan pola makan harian.
Hasil pengukuran menggunakan indikator Mini-Mental State Examination (MMSE) menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor fungsi kognitif lansia setelah intervensi. Skor rata-rata meningkat dari 18,97 menjadi 20,97.
Selain peningkatan fungsi kognitif, program tersebut juga mendorong peningkatan pengetahuan kader serta perbaikan pola makan harian lansia di Desa Melayu Tengah.
Ketua tim, Dr. H. Mahpolah, mengatakan keberlanjutan program menjadi perhatian setelah rangkaian intervensi selesai. Tim Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama pemerintah desa menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan pendampingan tetap berjalan.
RTL tersebut mencakup peningkatan kapasitas kader setiap tiga bulan, pemantauan fungsi kognitif secara berkala setiap tiga hingga enam bulan, serta monitoring program secara berkelanjutan.
"Kami berharap Pemerintah Desa Melayu Tengah dan Puskesmas setempat dapat terus mengintegrasikan modul pelatihan dan pendampingan gizi ini ke dalam kegiatan rutin Posyandu Lansia," tutupnya.