Kualitas Udara Mulai Menurun, Warga Balangan Diminta Tetap Pakai Masker

M Dirga • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 09:56 WIB
MULAI MEMBAIK: Kualitas udara di Balangan pada Minggu (13/9) pagi masuk kategori sedang dengan puncak konsentrasi PM 2.5 terjadi pada pukul 05.00 Wita.
MULAI MEMBAIK: Kualitas udara di Balangan pada Minggu (13/9) pagi masuk kategori sedang dengan puncak konsentrasi PM 2.5 terjadi pada pukul 05.00 Wita.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Kualitas udara di Kabupaten Balangan mulai menunjukkan penurunan seiring puncak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mengingatkan masyarakat mewaspadai peningkatan konsentrasi partikel debu halus atau PM2.5.

Peringatan dini tersebut disampaikan BPBD Balangan pada Minggu (13/9/2026), setelah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di Bumi Sanggam berada dalam kategori sedang.

Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, rata-rata konsentrasi PM2.5 sepanjang pukul 00.00 hingga 08.00 Wita tercatat 21,7 mikrogram per meter kubik.

Namun, angka tersebut mengalami lonjakan pada waktu tertentu.

PM2.5 Tertinggi Justru Saat Subuh

Kepala BPBD Balangan H Rahmi mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan fluktuasi konsentrasi partikel debu yang terjadi sepanjang hari.

Menurutnya, berdasarkan grafik pemantauan, konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat pada pukul 05.00 Wita.

“Berdasarkan grafik pantauan, puncak konsentrasi debu tertinggi justru terjadi pada subuh hari. Tepatnya pada pukul 05.00 Wita, angkanya menyentuh 32,4 mikrogram per meter kubik,” ungkap Rahmi, Minggu (13/9).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

BPBD pun meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi udara yang mulai dipenuhi partikel debu halus.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Rahmi mengimbau masyarakat mulai membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang disarankan.

“Kami mengimbau warga untuk mulai membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika memang terpaksa harus keluar rumah, sangat disarankan untuk kembali menggunakan masker medis, setidaknya jenis N95 atau KN95,” tegasnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan kondisi tubuh apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

Karhutla Bisa Bikin Udara Makin Buruk

BPBD Balangan juga mengingatkan ancaman lain yang dapat memperburuk kualitas udara, yakni asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat ini Balangan berstatus siaga darurat kekeringan. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran lahan perlu diwaspadai, terutama ketika memasuki periode kemarau yang semakin kering.

Rahmi menegaskan, sekecil apa pun sumber asap berpotensi memengaruhi kualitas udara apabila terjadi dalam kondisi atmosfer yang mendukung penumpukan polutan.

“Yang tidak kalah penting adalah setop melakukan pembakaran hutan dan lahan. Asap dari karhutla akan langsung memperparah keadaan dan bisa mendorong kualitas udara kita dari level sedang menjadi tidak sehat,” pungkasnya.

Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Kewaspadaan menjadi penting agar penurunan kualitas udara tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Warga Balangan Pakai Masker kualitas udara