RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Hujan mengguyur wilayah Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (8/9/2026) siang. Turunnya hujan menjadi kabar baik di tengah kondisi cuaca panas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Selatan.
Batulicin sebelumnya menjadi salah satu wilayah sasaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di Kalsel.
Hujan yang turun siang itu disambut lega warga. Salah seorang warga Batulicin, Lana, berharap hujan berlangsung cukup lama sehingga dapat membantu mengurangi panas dan risiko kebakaran.
"Alhamdulillah akhirnya hujan. Mudah-mudahan hujannya cukup lama dan bisa membantu mengurangi panas serta risiko kebakaran," ujarnya.
Tanah Bumbu Jadi Sasaran Sorti Pertama
Sebelumnya, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, mengatakan penerbangan pertama OMC menyasar wilayah Tanah Bumbu dan Tanah Laut.
Menurut Herman, hasil penyemaian mulai terlihat sekitar pukul 12.30 Wita.
"Sorti pertama dilaksanakan di wilayah Tanah Bumbu dan Tanah Laut, lalu sekitar pukul 12.30 Wita sudah terlihat hasilnya," jelas Herman.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat PK-SNK membawa 1 ton natrium klorida (NaCl) untuk disemai ke awan Cumulus yang terpantau memiliki potensi menghasilkan hujan.
Penyemaian dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemantauan kondisi awan oleh BMKG bersama tim ahli.
Tiga Sorti, Total 3 Ton NaCl
Secara keseluruhan, pelaksanaan OMC di Kalsel dilakukan dalam tiga sorti dengan total 3 ton NaCl.
Tim tidak melakukan penyemaian secara sembarangan. Awan yang menjadi sasaran dipilih berdasarkan hasil pemantauan dan analisis untuk memastikan memenuhi kondisi yang dibutuhkan agar penyemaian berpotensi menghasilkan hujan.
Herman menyebut tingkat keberhasilan penyemaian dalam pelaksanaan tersebut mencapai sekitar 80 persen.
Hasil berupa hujan pun diharapkan dapat membantu upaya penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalsel.
Air Hujan Dibutuhkan untuk Lahan Gambut
Herman menegaskan hujan memiliki peran penting dalam penanganan karhutla, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut.
Air hujan diharapkan mampu membantu proses pembasahan hingga bagian bawah lahan gambut yang sulit dijangkau hanya dengan pemadaman di permukaan.
"Yang memang diharapkan untuk bisa memadamkan secara merata sampai ke bawah tanah gambut itu memang air hujan," katanya.
Turunnya hujan di Batulicin pun menjadi harapan baru di tengah upaya menekan risiko karhutla. Selain membantu menurunkan suhu dan membasahi lahan, hujan diharapkan dapat mendukung penanganan titik-titik rawan kebakaran.
Editor : Eddy Hardiyanto