RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dimaksimalkan di Kalimantan Selatan sebagai salah satu langkah utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya ini menjadi penting karena api yang membakar lahan gambut tidak hanya berada di permukaan. Kobaran dapat merambat hingga lapisan bawah tanah sehingga membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk membantu proses pemadaman.
Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, mengatakan pelaksanaan OMC berhasil mendatangkan hujan melalui sejumlah sortie penerbangan penyemaian awan.
“Sorti pertama dilaksanakan di wilayah Tanah Bumbu dan Tanah Laut, lalu sekitar pukul 12.30 WITA sudah terlihat hasilnya. Kemudian sorti berikutnya diterbangkan menuju wilayah Hulu Sungai hingga sekitarnya yang juga membuahkan hasil hujan,” kata Herman.
Tingkat Keberhasilan Penyemaian Capai 80 Persen
Herman menyebut tingkat keberhasilan operasi penyemaian awan pada hari tersebut mencapai sekitar 80 persen.
Menurutnya, penentuan lokasi penyemaian tidak dilakukan secara acak. Tim OMC terlebih dahulu memantau kondisi atmosfer dan memilih awan potensial berdasarkan analisis BMKG serta pengamatan ahli di lapangan.
“Kenapa saya katakan sangat berperan? Karena satu-satunya yang memang diharapkan untuk bisa memadamkan secara merata sampai ke bawah tanah gambut itu memang air hujan,” tegasnya.
Ia memastikan operasi penyemaian akan terus dilakukan selama terdapat potensi awan yang memenuhi syarat.
“Arahan pimpinan jelas, kapan pun dan di mana pun potensi awan itu ada, penyemaian akan terus kita laksanakan,” lanjut Herman.
Tiga Sortie, Ribuan Kilogram NaCl Disebar
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengapresiasi kerja tim OMC yang dinilai semakin akurat dalam menentukan target penyemaian.
Menurutnya, penyemaian dilakukan pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan tinggi. Tim tidak asal menjatuhkan bahan semai.
“Penyemaian dilakukan di Tanah Bumbu serta wilayah utara-tengah seperti Tabalong, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah. Apa yang dilakukan oleh tim OMC ini sangat efektif dan terukur, kita tidak asal semai,” ujarnya.
Secara teknis, armada PK-SNK melaksanakan tiga sorti penerbangan.
Pada sorti pertama, penyemaian menyasar wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut dengan membawa 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Kondisi awan di area target didominasi awan Cumulus.
Sorti kedua membawa kembali 1.000 kilogram NaCl untuk penyemaian di wilayah Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.
Sementara sorti ketiga diarahkan ke Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tapin dengan membawa 1.000 kilogram NaCl. Penyemaian dilakukan pada gumpalan awan Cumulus yang dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan hujan.
Seluruh Potensi Awan Akan Dimaksimalkan
Hilman mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi agar setiap peluang hujan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita segera berkoordinasi, kita akan mengelaborasi dan berkolaborasi dengan AirNav, Angkasa Pura, Lanud, BNPB, BPBD, dan tim dari OMC,” katanya.
Ia menegaskan, setiap potensi awan akan dimanfaatkan untuk membantu mempercepat penanganan karhutla di Kalsel.
“Kapan pun potensi itu ada, sekecil apa pun, kita akan maksimalkan untuk mendukung penyelesaian masalah karhutla di Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Operasi modifikasi cuaca dan kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanggulangan karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat Kalimantan Selatan.
Editor : Eddy Hardiyanto