RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Suasana persiapan mulai terasa di Kecamatan Pelaihari menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala) ke-XLVIII Tahun 2026.
Tahun ini, Kecamatan Pelaihari dipercaya menjadi tuan rumah ajang keagamaan tersebut. MTQ dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 September 2026.
Camat Pelaihari, Fajar Tri Atmaja, mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan untuk menyambut para kafilah dan peserta yang akan mengikuti rangkaian MTQ.
“Pelaksanaan MTQ direncanakan pada 18-20 September 2026,” ungkap Fajar, Senin (7/9/2026).
Ponpes Noor Hasyim Jadi Lokasi Utama
Setelah sebelumnya mengusulkan sejumlah lokasi, pemerintah kecamatan akhirnya menetapkan halaman Pondok Pesantren Noor Hasyim di Jalan Raya Takisung, Kelurahan Karang Taruna, sebagai lokasi utama kegiatan.
Fajar menyebut lokasi tersebut dipilih setelah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya karena letaknya berada di tepi jalan raya dan memiliki area parkir yang cukup luas.
“Dipilihnya lokasi ini cukup strategis. Di samping berada di tepi jalan raya, juga terdapat lokasi parkir yang cukup luas untuk para kafilah,” tuturnya.
Persiapan di lokasi pun mulai terlihat. Sejumlah bendera dan atribut MTQ telah terpasang di sekitar area kegiatan.
Sebuah baliho berukuran besar juga sudah berdiri. Sementara itu, kerangka panggung utama mulai dirakit untuk menjadi pusat kegiatan pembukaan dan penutupan MTQ ke-XLVIII Kabupaten Tala.
Warga Diajak Ramaikan MTQ
Menjelang pelaksanaan, Fajar mengajak masyarakat Pelaihari dan sekitarnya ikut menyemarakkan gelaran MTQ tahun ini.
Menurutnya, dukungan masyarakat penting untuk menciptakan suasana semarak sekaligus memberikan motivasi bagi para peserta yang akan berkompetisi.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengikuti rangkaian MTQ dari jauh, tetapi datang langsung menyaksikan dan memberikan dukungan kepada para kafilah.
“Bagi masyarakat, ayo ramaikan kegiatan MTQ di Pelaihari dengan datang menyaksikan kegiatan tersebut,” tandasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto