RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Setelah berbulan-bulan dilanda musim kemarau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, akhirnya diguyur hujan deras, Senin (7/9/2026).
Hujan turun sekitar pukul 14.20 WITA di kawasan pusat Kota Barabai. Guyuran hujan disertai angin dan beberapa kali petir tersebut terjadi di sejumlah wilayah.
Kedatangan hujan menjadi berkah bagi masyarakat. Sebab, beberapa pekan terakhir HST lebih banyak diliputi cuaca panas dan kering.
Bahkan, pada Senin pagi, sejumlah kawasan masih diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi itu membuat kualitas udara menurun dan jarak pandang di beberapa titik sempat terganggu.
Hujan Redam Panas dan Asap Karhutla
Guyuran hujan siang hari langsung disambut lega warga. Selain membasahi tanah yang mengering, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi asap sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran lahan.
Salah seorang warga HST, Maulidi, mengaku bersyukur hujan deras akhirnya turun setelah masyarakat cukup lama menghadapi cuaca panas.
"Alhamdulillah akhirnya hujan juga. Sudah lama sekali tidak turun hujan deras seperti ini. Semoga hujan ini menjadi berkah dan asap akibat karhutla juga cepat hilang," ujarnya.
Menurutnya, hujan memang sangat dinantikan masyarakat karena suhu udara dalam beberapa pekan terakhir terasa cukup menyengat.
Tanah dan sejumlah kawasan terbuka juga terlihat kering akibat minimnya curah hujan.
"Pagi tadi masih terlihat asap, sekarang malah hujan deras. Mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi kebakaran lahan dan udara kembali bersih," katanya.
Warga Berharap Hujan Tak Sekadar Sesaat
Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan turun dengan intensitas cukup deras. Angin berembus bersamaan dengan guyuran hujan, membuat sejumlah warga yang beraktivitas di luar ruangan memilih berteduh.
Ruas jalan mulai basah dan aliran air terlihat mengalir di sejumlah titik.
Hujan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat HST di tengah kemarau yang cukup panjang. Selain membantu membasahi lahan, curah hujan juga diharapkan dapat menekan potensi karhutla yang belakangan menjadi perhatian.
Masyarakat berharap hujan tidak hanya turun sesaat, tetapi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Dengan begitu, kondisi lingkungan bisa kembali lembap dan risiko kebakaran hutan serta lahan dapat ditekan.
"Hujan juga diharapkan membantu membersihkan udara dari asap karhutla yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah HST pada pagi hari," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto