Tanah Bergerak di HSU, Jalan Ambles hingga Halaman Masjid Cagar Budaya Ikut Terdampak

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:44 WIB
PRIHATIN: Bupati HSU H Sahrujani meninjau jalan ambles di Desa Sungai Banar, Kecamatan Amuntai Selatan, yang turut berdampak pada halaman Masjid Jami Sungai Banar sebagai masjid cagar budaya, Sabtu (5/9/2026).
PRIHATIN: Bupati HSU H Sahrujani meninjau jalan ambles di Desa Sungai Banar, Kecamatan Amuntai Selatan, yang turut berdampak pada halaman Masjid Jami Sungai Banar sebagai masjid cagar budaya, Sabtu (5/9/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pergerakan tanah di Desa Sungai Banar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), mulai menimbulkan dampak lebih luas.

Bukan hanya badan jalan yang mengalami penurunan. Fenomena tersebut juga mulai merembet ke lingkungan sekitar, termasuk halaman Masjid Jami Sungai Banar yang diketahui merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi.

Kondisi ini membuat warga semakin khawatir. Sebab, jalan yang ambles merupakan akses penting yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Jika pergerakan tanah terus berlanjut, kerusakan dikhawatirkan meluas, mengganggu mobilitas warga, sekaligus meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.


Bupati Turun Langsung ke Lokasi

Bupati HSU H. Sahrujani meninjau langsung lokasi pada Sabtu (5/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, ia melihat kondisi badan jalan yang mengalami penurunan sekaligus dampaknya terhadap kawasan di sekitar Masjid Jami Sungai Banar.

Menurut Sahrujani, kondisi infrastruktur yang menjadi akses masyarakat harus segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Penanganan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta kondisi tanah di lokasi.

“Kita lihat kondisi di lapangan. Jalan ini merupakan akses masyarakat, sehingga penanganannya harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” tegasnya.

Bukan Sekadar Jalan Rusak

Kondisi di Sungai Banar menjadi perhatian tersendiri karena kerusakan tidak hanya terjadi pada badan jalan.

Dampak pergerakan tanah yang mulai terlihat di halaman Masjid Jami Sungai Banar menunjukkan bahwa fenomena tersebut telah memengaruhi area di sekitar titik jalan yang ambles.

Karena itu, penanganan dinilai tidak cukup hanya dengan memperbaiki permukaan jalan. Kondisi tanah serta lingkungan di sekitar lokasi juga harus menjadi pertimbangan agar kerusakan tidak kembali terjadi.

PUPR: Dipengaruhi Karakter Tanah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU Amos Silitonga mengatakan fenomena tanah dan badan jalan ambles seperti di Sungai Banar bukan sepenuhnya hal baru.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik tanah di wilayah HSU yang dapat memengaruhi kestabilan badan jalan, terutama saat terjadi perubahan musim.

“Fenomena seperti ini memang sering terjadi saat kemarau, begitu juga ketika memasuki musim penghujan. Sifat tanah di wilayah kita memang sangat berpengaruh terhadap kestabilan badan jalan,” ujar Amos, Minggu (6/9/2026).


Ia menjelaskan, perubahan kondisi tanah saat pergantian musim dapat membuat kestabilan badan jalan terganggu.

Karena itu, perbaikan harus mempertimbangkan kondisi tanah di bawah dan sekitar badan jalan, bukan sekadar menutup bagian permukaan yang mengalami ambles.

Titik Longsor Lain Juga Dipantau

Dalam peninjauan tersebut, Bupati HSU juga melihat kondisi longsor di sejumlah lokasi lain.

Di antaranya Desa Hambuku Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, tepatnya di Jalan Tepi Kali Negara, serta Desa Jarang Kuantan, Kecamatan Amuntai Selatan.

Namun, Sungai Banar menjadi perhatian khusus lantaran pergerakan tanah berdampak hingga ke kawasan Masjid Jami Sungai Banar yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Pemkab HSU memastikan kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan.

Terlebih, dua kepentingan berada dalam satu kawasan: akses vital masyarakat dan keberadaan cagar budaya. Penanganan pun harus dilakukan secara cermat agar kerusakan tidak semakin meluas dan keberadaan kawasan bersejarah tetap terlindungi.

 

Editor : Eddy Hardiyanto
Masjid Cagar Budaya HSU jalan ambles