Hotspot Terdeteksi di HST pada Pagi Ini ! Api Lahap Semak Kering di Pemangkih Seberang

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:22 WIB
PENANGANAN: Karhutla di Pemangkih Seberang berhasil dipadamkan sebelum meluas.
PENANGANAN: Karhutla di Pemangkih Seberang berhasil dipadamkan sebelum meluas.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di tengah musim kemarau.

Satu titik hotspot terpantau di Desa Pemangkih Seberang, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Minggu (6/9/2026) pagi. Api membakar semak belukar yang mengering akibat kondisi cuaca dan lahan yang kering.

Titik panas tersebut terdeteksi melalui aplikasi Sipongi berdasarkan data akuisisi satelit SNPP NASA pada pukul 07.00 WIB.

Mendapat informasi tersebut, jajaran Polsek LAU bersama tim gabungan bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Personel Polsek LAU, Babinsa, BPBD HST, aparat desa, BPK, serta warga kemudian melakukan penanganan dan pemadaman titik api.

Respons Cepat Cegah Api Meluas

Hasil pengecekan di lokasi memastikan api berhasil dipadamkan. Penanganan dilakukan dengan cepat untuk mencegah kobaran meluas dan menjalar ke lahan di sekitarnya.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengapresiasi respons cepat personel dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan hotspot tersebut.

Menurutnya, kecepatan dalam menindaklanjuti informasi titik panas menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Kesiapsiagaan dan respons cepat merupakan kunci utama dalam meminimalisir dampak karhutla,” ujarnya.

Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Jupri juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kondisi lahan yang kering saat kemarau membuat api lebih mudah menjalar. Kobaran yang awalnya kecil pun dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.

Karena itu, masyarakat diminta segera melapor jika menemukan titik api maupun indikasi terjadinya karhutla.

“Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Hotspot terdeteksi HST