Proyek Jalan Muara Pitap-Lingsir Berdebu ! Bikin Warga Perumahan Rizky Balangan Takut Buka Jendela

M Dirga • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:39 WIB
DEBU PROYEK JALAN: Kondisi jalan akses yang berdebu pekat akibat aktivitas proyek peningkatan jalan di Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kamis (3/9/2026). Warga mengeluhkan minimnya upaya penyiraman dari pihak kontraktor.
DEBU PROYEK JALAN: Kondisi jalan akses yang berdebu pekat akibat aktivitas proyek peningkatan jalan di Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kamis (3/9/2026). Warga mengeluhkan minimnya upaya penyiraman dari pihak kontraktor.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Warga Perumahan Rizky Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, harus menghadapi persoalan lain di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas proyek Peningkatan Jalan Muara Pitap-Lingsir membuat kawasan permukiman dipenuhi debu hampir setiap hari.

Hilir mudik truk pengangkut material dan alat berat di akses utama perumahan memicu kepulan debu tebal. Kondisi ini dikeluhkan warga karena membuat kualitas udara semakin buruk, terlebih saat musim kemarau dan kabut asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Balangan.

Salah seorang warga, Khair, mengatakan debu sudah dirasakan hampir dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membatasi aktivitas dan menutup jendela rumah.

"Kami sudah hampir dua bulan tidak bisa buka jendela. Kalau siang panas, debunya makin tebal. Anak kecil juga sering batuk-batuk," kata Khair kepada Radar Banjarmasin, Kamis (3/9/2026).

Debu Makin Tebal Saat Truk Melintas

Warga sebenarnya mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas jalan. Namun, mereka berharap pelaksana proyek turut memperhatikan dampak yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung.

Salah satu yang disoroti adalah minimnya upaya penyiraman jalan secara rutin untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan proyek.

Debu yang muncul setiap hari dinilai mengganggu kenyamanan warga. Terlebih, permukiman tersebut menjadi jalur keluar-masuk truk material dan alat berat selama pengerjaan proyek berlangsung.

Proyek Rp8,9 Miliar Dikerjakan hingga Desember

Proyek Peningkatan Jalan Muara Pitap-Lingsir berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Balangan.

Pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp8.980.319.638 dan dikerjakan kontraktor CV Aulia Putra. Masa pelaksanaannya selama 170 hari kalender, dimulai awal Juli hingga pertengahan Desember 2026.

Dengan waktu pengerjaan yang masih berlangsung beberapa bulan ke depan, warga berharap persoalan debu segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kontraktor pelaksana mengenai langkah penanganan debu di sekitar lokasi proyek.

Tambah Risiko Gangguan Pernapasan

Keluhan warga muncul ketika kondisi kualitas udara Balangan juga tengah menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan sebelumnya mencatat lebih dari 10 ribu kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang tahun berjalan akibat memburuknya kualitas udara.

Situasi tersebut membuat debu dari aktivitas proyek jalan dikhawatirkan semakin menambah paparan polutan bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur proyek.

Warga berharap pembangunan jalan tetap berjalan sesuai target, tetapi dampak debu juga ditangani secara serius agar masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan selama proyek berlangsung.

Editor : Eddy Hardiyanto
proyek jalan Balangan debu