Karhutla di Banjar Tembus 3 Ribu Hektare, Cintapuri Darussalam Paling Luas Terdampak

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:01 WIB
BERJIBAKU:. Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Gambut.
BERJIBAKU:. Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Gambut.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar terus meluas. Hingga 2 September 2026, tercatat 481 kejadian dengan total lahan terdampak mencapai 3.664,902 hektare.

Data tersebut tercatat dalam dashboard bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebaran karhutla tidak merata. Sejumlah kecamatan mencatat luasan lahan terdampak jauh lebih besar dibanding wilayah lainnya.

18 Kecamatan Terdampak

Dari rekap data, karhutla telah terjadi di 18 kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kecamatan Cintapuri Darussalam menjadi wilayah dengan luasan lahan terdampak terbesar. Tercatat 85 kejadian dengan total luas lahan terdampak mencapai 1.148 hektare.

Berikutnya Kecamatan Gambut dengan 81 kejadian dan luas lahan terdampak 641,2 hektare.

Martapura Barat berada di posisi ketiga dengan 61 kejadian dan luas terdampak 546,1 hektare. Kemudian Beruntung Baru mencatat 34 kejadian dengan luas lahan terdampak 354,7 hektare.

Sungai Tabuk melengkapi lima besar dengan 51 kejadian dan luas lahan terdampak 223,13 hektare.

Karhutla juga tercatat di sejumlah kecamatan lainnya. Karang Intan mencatat 37 kejadian dengan luas terdampak 164,02 hektare, Martapura 50 kejadian dengan 105,917 hektare, Pengaron 15 kejadian dengan 104 hektare, serta Simpang Empat enam kejadian dengan 98 hektare.

Selanjutnya Aranio mencatat 22 kejadian dengan luas terdampak 84 hektare. Martapura Timur lima kejadian dengan 59 hektare dan Kertak Hanyar lima kejadian dengan 55,5 hektare.

Sementara Mataraman mencatat 10 kejadian dengan luas 34 hektare, Astambul enam kejadian dengan 26 hektare, Paramasan enam kejadian dengan 14 hektare, serta Tatah Makmur lima kejadian dengan 3,335 hektare.

Dua wilayah dengan catatan paling rendah adalah Sambung Makmur dan Sungai Pinang. Masing-masing tercatat satu kejadian dengan luas terdampak tiga dan satu hektare.

Agustus Meledak, Awal September Langsung 984 Hektare

Data berdasarkan waktu menunjukkan aktivitas karhutla meningkat tajam memasuki Agustus hingga awal September.

Pada Juni, tercatat tujuh kejadian dengan luas terdampak 45,1 hektare. Angka tersebut meningkat pada Juli menjadi 79 kejadian dengan luas terdampak 262,012 hektare.

Lonjakan paling besar terjadi pada Agustus. Dalam satu bulan, tercatat 351 kejadian dengan total luas lahan terdampak mencapai 2.373,25 hektare.

Memasuki September, meski data baru dihitung hingga 2 September, sudah terdapat 44 kejadian dengan luas terdampak mencapai 984,54 hektare.

Artinya, hanya dalam dua hari pertama September, luasan lahan terdampak yang tercatat sudah menembus lebih dari 900 hektare.

Angka tersebut menunjukkan tekanan karhutla masih tinggi ketika memasuki awal bulan ini.

Status Siaga Dipertahankan hingga 30 September

Di tengah masih tingginya aktivitas karhutla, Pemerintah Kabupaten Banjar mempertahankan status siaga penanganan kebakaran hutan dan lahan hingga 30 September 2026.

Status tersebut ditetapkan sejak 15 Juli 2026 melalui SK Bupati Banjar Nomor 312.

Pemerintah daerah masih membuka kemungkinan memperpanjang status siaga apabila kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, status siaga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

“Status itu sesuai dengan SK Bupati Nomor 312, dari 15 Juli sampai 30 September. Kalau masih parah, bisa diperpanjang,” ujar Wasis, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla di Kabupaten Banjar telah berlangsung sekitar dua bulan.

Meski aktivitas kebakaran masih menjadi perhatian, pemerintah daerah belum menaikkan status penanganan menjadi tanggap darurat.

Penanganan masih dilakukan dalam skema status siaga dengan mengoptimalkan sumber daya dan anggaran yang tersedia, sekaligus mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Gambut dan Sungai Tabuk Masih Dipantau

Sejumlah kawasan masih menjadi perhatian petugas dalam penanganan karhutla.

Di Kecamatan Gambut, pemantauan antara lain difokuskan di kawasan Jalan Gubernur Sarkawi dan Desa Guntung Ujung.

Sementara di Kecamatan Sungai Tabuk, wilayah Pematang dan Gudang Tengah juga masih menjadi perhatian petugas.

Dengan tingginya angka kejadian dan luasan lahan terdampak pada Agustus hingga awal September, penanganan karhutla di Kabupaten Banjar diperkirakan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah dalam beberapa pekan ke depan.

========

Rekap Data Karhutla di Kabupaten Banjar per 2 September 2026:

1. Cintapuri Darussalam
85 kejadian | 1.148 Ha

2. Gambut
81 kejadian | 641,2 Ha

3. Martapura Barat
61 kejadian | 546,1 Ha

4. Beruntung Baru
34 kejadian | 354,7 Ha

5. Sungai Tabuk
51 kejadian | 223,13 Ha


6. Karang Intan
37 kejadian | 164,02 Ha

7. Martapura
50 kejadian | 105,917 Ha

8. Pengaron
15 kejadian | 104 Ha

9. Simpang Empat
6 kejadian | 98 Ha

10. Aranio
22 kejadian | 84 Ha

11. Martapura Timur
5 kejadian | 59 Ha

12. Kertak Hanyar
5 kejadian | 55,5 Ha

13. Mataraman
10 kejadian | 34 Ha

14. Astambul
6 kejadian | 26 Ha

15. Paramasan
6 kejadian | 14 Ha

16. Tatah Makmur
5 kejadian | 3,335 Ha

17. Sambung Makmur
1 kejadian | 3 Ha

18. Sungai Pinang
1 kejadian | 1 Ha

TREN WAKTU
Juni: 7 kejadian | 45,1 Ha
Juli: 79 kejadian | 262,012 Ha
Agustus: 351 kejadian | 2.373,25 Ha
1–2 September: 44 kejadian | 984,54 Ha

Sumber: Dashboard Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Cintapuri Darussalam karhutla Banjar