RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Genangan air yang kerap muncul saat hujan di sejumlah ruas jalan pusat Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), mulai dibenahi.
Pemerintah Kabupaten HSU melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan revitalisasi jaringan drainase untuk mempercepat aliran air menuju kantong air di Desa Karias, Kecamatan Amuntai Tengah.
Pembenahan saluran dilakukan di sejumlah ruas jalan strategis yang selama ini menjadi bagian dari jalur aliran air kawasan perkotaan.
Sejumlah Ruas Jalan Terhubung ke Kantong Air
Revitalisasi mencakup drainase di Jalan Ahmad Yani yang terhubung menuju Jalan Ahmad Dahlan hingga ke kantong air Desa Karias.
Selain itu, saluran drainase di Jalan H.A. Nasution dan Jalan Basuki Rahmad, tepatnya di sekitar Pos dan Tugu Pahlawan, juga akan diarahkan menuju lokasi yang sama.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR HSU Saiful Hidayat mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah mengatasi persoalan genangan di kawasan pusat kota dan pemerintahan.
“Program revitalisasi drainase ini untuk mempercepat aliran air menuju kantong air yang ada di Desa Karias,” ujar Saiful mewakili Kepala Dinas PUPR HSU Amos Silitonga, Kamis (3/9/2026).
Menurut Saiful, revitalisasi tersebut terbagi dalam dua paket pekerjaan dengan sumber pendanaan dari APBD murni Kabupaten HSU 2026.
Dikerjakan 90 Hari, Manfaatkan Musim Kemarau
Pengerjaan revitalisasi ditargetkan berlangsung sekitar tiga bulan atau 90 hari kerja.
Waktu pelaksanaan dipilih pada musim kemarau agar pengerjaan saluran dapat berlangsung lebih optimal dan tidak terlalu terganggu oleh tingginya debit air akibat hujan.
Pemerintah daerah berharap pembenahan ini mampu memperlancar sistem drainase di kawasan pusat Kota Amuntai.
Dengan aliran air yang lebih cepat menuju kantong air, genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan diharapkan dapat ditekan.
“Harapannya, dengan revitalisasi drainase di pusat kota dan kawasan pemerintahan ini, aliran air bisa lebih cepat sehingga ke depan jalan tidak lagi mudah terendam,” kata Saiful.
Warga Berharap Jalan Tak Lagi Terendam
Perbaikan drainase mendapat respons positif dari masyarakat.
Sandi, salah seorang warga HSU, menilai pembenahan saluran air memang sudah diperlukan, terutama di kawasan pusat kota yang menjadi salah satu pusat aktivitas warga.
“Kalau hujan, beberapa jalan sering terendam. Mudah-mudahan setelah drainasenya diperbaiki, air lebih cepat surut,” ujarnya.
Revitalisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembenahan sejumlah ruas jalan saja. Penataan jaringan drainase secara berkelanjutan dinilai penting agar sistem pengendalian air di Kota Amuntai semakin baik.
Dengan saluran yang mampu mengalirkan air lebih cepat, aktivitas masyarakat di pusat kota diharapkan tidak lagi terganggu setiap kali hujan turun.
Editor : Eddy Hardiyanto