Efek Buruk Kabut Asap, Kasus ISPA Di Puskesmas Awayan Melonjak 40 Persen

M Dirga • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:40 WIB
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Awayan turun ke jalan untuk membagikan masker pelindung pernapasan sebagai respons atas melonjaknya kasus ISPA akibat kepungan kabut asap sisa kebakaran lahan di Kabupaten Balangan. (Yanti untuk Radar Banjarmasin)
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Awayan turun ke jalan untuk membagikan masker pelindung pernapasan sebagai respons atas melonjaknya kasus ISPA akibat kepungan kabut asap sisa kebakaran lahan di Kabupaten Balangan. (Yanti untuk Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Dampak buruk dari kepungan kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Balangan kini mulai mengancam kesehatan masyarakat. Kualitas udara yang sempat menyentuh level berbahaya pada akhir pekan lalu terbukti berimbas langsung pada lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah fasilitas kesehatan.

Salah satu fasilitas medis yang mencatat kenaikan signifikan adalah Puskesmas Awayan. Kondisi udara yang memburuk akibat kiriman asap dari lahan gambut membuat puluhan warga harus mendatangi layanan kesehatan karena mengalami gangguan pernapasan beruntun.

Kepala Puskesmas Awayan, dr Winphy Prasetyo membeberkan bahwa persentase pasien penderita ISPA di wilayah kerjanya meroket tajam di angka 30 hingga 40 persen. Situasi ini terlihat jelas dari data harian pendaftaran pasien, dari 81 orang yang datang berobat dalam sehari, sebanyak 36 orang terdiagnosis ISPA, dan dua pasien terpaksa harus menjalani rawat inap karena kondisinya menurun.

"Kurang lebih satu minggu lalu, kabut asap makin pekat dan diikuti banyaknya warga yang berobat dengan keluhan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga demam. Gerakan kecil membagikan masker ini adalah inisiatif kami untuk mencegah warga terpapar dampak buruk asap," ujar dr Winphy.

Menyikapi lonjakan angka di tengah prediksi kemarau yang masih mendera hingga awal September, pihak puskesmas langsung mengambil langkah intervensi pencegahan. Selain membagikan perlengkapan pelindung pernapasan di jalanan, tenaga kesehatan juga dituntut bekerja ekstra memberikan edukasi agar warga membentengi diri secara mandiri sebelum jatuh sakit.

"Imbauan kami, selalu gunakan masker saat keluar rumah dan perbanyak minum air putih untuk menjaga stamina. Jika tidak ada urusan yang mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan karena kualitas udara saat ini sangat berbahaya," tegasnya.

Peningkatan pasien yang ditengarai menderita ISPA ini sejatinya merupakan buntut panjang dari belum maksimalnya operasi pemadaman kebakaran lahan di Bumi Sanggam. Selama rasio penanganan masih tertinggal jauh dari total 680 hektare lahan yang telah luluh lantak dilahap api, ancaman polusi udara dipastikan akan terus membayangi warga.

Editor : M Oscar Fraby
Kabut Asap ispa Balangan