RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Jalur pendakian menuju puncak Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, resmi ditutup sementara untuk umum.
Penutupan objek wisata alam dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut berlaku sejak 29 Agustus hingga 9 September 2026.
Penghentian sementara aktivitas pendakian dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karang Bintang selaku pengelola. Ada dua alasan utama di balik keputusan tersebut, yakni pelaksanaan ritual adat masyarakat setempat dan kondisi cuaca yang dinilai membahayakan keselamatan pendaki.
Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kawasan Gunung Hauk membuat jarak pandang terbatas. Kondisi tersebut meningkatkan risiko tersesat atau mengalami kecelakaan, terutama bagi pendaki yang belum menguasai medan.
Hormati Aruh Adat
Ketua Pokdarwis Karang Bintang, Herliansyah, membenarkan penutupan jalur pendakian tersebut.
Ia menegaskan larangan berlaku bagi seluruh pendaki tanpa terkecuali selama masa penutupan.
“Untuk sementara memang pendakian kita tutup sampai tanggal 9 September sesuai pemberitahuan dari Pokdarwis Karang Bintang. Jadi selama masa penutupan itu, pendaki memang kita larang dulu untuk melakukan pendakian,” ujarnya.
Menurut Herliansyah, masyarakat sekitar saat ini tengah melaksanakan prosesi aruh adat.
Bagi masyarakat setempat, Gunung Hauk bukan sekadar destinasi wisata alam. Kawasan tersebut memiliki nilai sakral dan kerap digunakan sebagai lokasi pehajatan.
Karena itu, aktivitas pendakian dihentikan sementara untuk menjaga kesakralan kawasan selama ritual berlangsung.
“Kami juga menghormati dan menjaga pelaksanaan aruh adat yang sedang berlangsung. Selain itu, wisata Gunung Hauk bagi kami adalah gunung sakral atau pehajatan, jadi sementara acara aruh berlangsung maka ditutup sampai tanggal yang ditentukan,” terangnya.
Kabut Asap Batasi Jarak Pandang
Selain pertimbangan adat, faktor keselamatan menjadi alasan penting lainnya.
Herliansyah mengatakan kondisi kawasan Batu Ajung dan Gunung Hauk belakangan kurang bersahabat akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Balangan.
Kabut asap yang cukup pekat membuat jarak pandang di jalur pendakian menjadi terbatas. Situasi ini berisiko bagi pendaki, khususnya mereka yang belum mengenal karakter medan Gunung Hauk.
“Intinya, kita bukan melarang pendakian tanpa alasan, tapi lebih kepada menjaga keselamatan pendaki sekaligus menghormati adat dan kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung,” tegasnya.
Pengelola meminta wisatawan bersabar dan tidak memaksakan diri melakukan pendakian selama jalur masih ditutup.
Pendakian baru dapat kembali dilakukan setelah masa penutupan berakhir dan kondisi jalur dinilai aman dari ancaman kabut asap maupun aktivitas adat masyarakat setempat.
Editor : Eddy Hardiyanto