Kemarau Mulai Ganggu Air Bersih Tanah Bumbu, Warga Diminta Hemat Air

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:44 WIB
SALAT ISTISQA: Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif tersedu saat mengikuti Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (24/8/2026).
SALAT ISTISQA: Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif tersedu saat mengikuti Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (24/8/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Kemarau mulai terasa di Kabupaten Tanah Bumbu. Ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah mulai terdampak, sehingga masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif juga mengajak masyarakat saling membantu, terutama terhadap warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

“Mari kita saling membantu dan memastikan saudara-saudara kita yang membutuhkan tetap mendapatkan akses terhadap air bersih dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Andi Rudi Latif, Senin (24/8/2026).

Imbauan tersebut disampaikan saat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar salat istisqa dan doa bersama di halaman Kantor Bupati. Salat meminta hujan itu digelar di tengah kemarau yang mulai berdampak terhadap pertanian, perkebunan hingga aktivitas masyarakat.

Air Mulai Terbatas, Warga Diminta Berhemat

Andi Rudi Latif meminta masyarakat menggunakan air seperlunya. Sumber-sumber air yang ada juga diminta dijaga agar tetap bisa dimanfaatkan selama musim kemarau.

Tak hanya persoalan air, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memperparah kondisi kemarau, terutama pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kepada seluruh masyarakat, saya mengajak untuk menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran lahan, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan kita,” katanya.

390 Titik Panas Jadi Alarm Karhutla

Kekhawatiran terhadap karhutla bukan tanpa alasan. Data dashboard bencana karhutla BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 47 kejadian karhutla di Tanah Bumbu sepanjang 2026 hingga 24 Agustus.

Luas lahan terdampak mencapai 140,35 hektare, sementara jumlah titik panas yang terdeteksi mencapai 390 titik.

Kondisi kemarau dan minimnya air membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran, meski untuk aktivitas yang dianggap kecil, karena api dapat dengan cepat merembet dalam kondisi lahan kering.

Bupati Tersedu Saat Sampaikan Sambutan

Menghadapi kemarau, Pemkab Tanah Bumbu tidak hanya mengandalkan langkah teknis. Salat istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun.

Andi Rudi Latif mengakui kemampuan manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi alam.

“Sebagai manusia, kita juga menyadari bahwa segala ikhtiar memiliki keterbatasan. Karena itu, pada hari ini kita melaksanakan salat istisqa, memohon kepada Allah SWT agar berkenan menurunkan hujan yang cukup, membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi kehidupan, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam dan masyarakat kita,” ujarnya.

Suasana semakin haru ketika Andi Rudi Latif sempat tersedu saat menyampaikan sambutan sebelum salat istisqa dimulai.

Salat tersebut diikuti jajaran Pemkab Tanah Bumbu, alim ulama, tokoh agama dan masyarakat.

Setelah salat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Bumbu Ustaz Haeruddin menyampaikan khotbah. Ia mengajak jemaah melakukan introspeksi, memperbanyak tobat, meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.

“Kesadaran dan pengakuan inilah yang mungkin terbukanya pintu rahmat, karunia, dan belas kasih sayang-Nya yang kita mohon dan harapkan pada hari ini demi melepaskan kita dari semua penderitaan,” ujarnya.

Di tengah kemarau yang mulai menekan ketersediaan air, pesan yang disampaikan pemerintah menjadi semakin penting: air harus dihemat, sumbernya dijaga, dan masyarakat yang kesulitan tidak boleh dibiarkan menghadapi kondisi tersebut sendirian.

Editor : Eddy Hardiyanto
air bersih kemarau Tanah Bumbu