Makna Kemerdekaan, Berdaulat, Adil, dan Makmur jadi Tantangan Nyata

M Dirga • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kembali diwarnai dengan semarak aneka perlombaan tradisional di berbagai pelosok desa. Tradisi seperti panjat pinang, tarik tambang, hingga balap karung yang mengakar sejak proklamasi 1945 oleh dwi tunggal Soekarno dan Hatta kini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan medium untuk merenungkan kembali sejauh mana kedaulatan dan kemakmuran telah dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

Di tengah euforia tersebut, makna kemerdekaan dinilai mulai mengalami pergeseran bentuk dari sekadar kebebasan fisik melawan penjajah menjadi pertarungan bertahan hidup secara ekonomi. Pemerhati budaya sekaligus perwakilan anak muda Kabupaten Balangan, Sugianoor memandang bahwa kesakralan hari kemerdekaan saat ini harus berhadapan langsung dengan realitas kebutuhan perut, polarisasi, dan ketimpangan pembangunan pusat dengan daerah.

Ia membeberkan bahwa rasa cinta tanah air warga tidak pernah luntur, namun sering kali diuji dengan himpitan ekonomi sehari-hari. Beragam persoalan seperti stagnasi penghasilan, mahalnya harga kebutuhan pokok, hingga tingginya harga eceran bahan bakar membuat masyarakat mulai mencari relevansi janji kemerdekaan di era modern.

"Kesakralan 17 Agustus itu sebenarnya masih terasa saat bendera dikibarkan. Tapi begitu melihat saldo di handphone atau mendengar teman curhat harga sembako dan pertalite lima belas ribu di eceran, kami mulai meragukan kedaulatan negara. Kami butuh alasan baru untuk percaya bahwa perjuangan itu masih relevan buat kehidupan kami di daerah," ungkap Sugianoor.

Terkait maraknya lomba kemerdekaan di kampung-kampung, ia menilainya sebagai cara masyarakat menerjemahkan nilai perjuangan masa lalu. "Kalau dulu pejuang angkat bambu runcing, sekarang perjuangan anak muda Balangan itu angkat laptop dan angkat produk lokal. Pemerintah daerah juga harus melihat ini sebagai sumbangsih perjuangan dengan memberi ruang lewat pelatihan dan akses modal ke desa-desa, bukan cuma sekadar slogan," urainya.

Perayaan HUT ke-81 RI dengan tema besar Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur ini menjadi tantangan nyata bagi para pemangku kebijakan. Kemerdekaan sesungguhnya kini tak lagi hanya diukur dari seberapa meriah tiang panjat pinang didirikan, melainkan sejauh mana keadilan sosial, tata kelola pemerintahan yang bersih, dan kemandirian ekonomi mampu diwujudkan dari pusat hingga ke pelosok Bumi Sanggam. (mud)

Editor : Arief
hut ri kemerdekaan Balangan