RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, menjaga persatuan, serta mempererat silaturahmi.
Untuk itu, berbagai kegiatan digelar guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Seperti perayaan kemerdekaan di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan kemerdekaan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga melalui berbagai permainan tradisional.
Sejumlah lomba seperti makan kerupuk, balap sarung, dan estafet tepung menjadi hiburan yang kembali menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan.
Salah seorang peserta, Rizky (24), warga Barabai, mengaku mengikuti lomba bukan semata-mata mengejar hadiah. “Seru saja ikut lomba seperti ini. Kita jadi bisa berkumpul dan bercanda dengan warga. Walaupun kelihatannya gampang, makan kerupuk tanpa tangan ternyata susah,” ujarnya.
Sementara itu, lomba balap sarung menghadirkan tantangan berbeda. Peserta harus bergerak cepat dengan menggunakan sarung sebagai perlengkapan lomba. Permainan tersebut menjadi simbol sederhana tentang kekompakan dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi tantangan.
Siti Rahmah (32), peserta asal Barabai, mengatakan lomba tersebut membuat warga dari berbagai usia bisa berbaur. “Yang paling penting bukan menang atau kalah. Anak-anak, orang tua, semuanya bisa ikut tertawa bersama. Suasana seperti ini yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Adapun estafet tepung menguji kerja sama dan ketelitian peserta. Tepung dipindahkan secara berantai dari satu peserta ke peserta berikutnya. Kesalahan kecil dapat membuat tepung berjatuhan sehingga hasil akhirnya tidak maksimal.
Andi (27), salah satu peserta estafet tepung, menilai permainan tersebut mengajarkan pentingnya kerja sama. “Kalau satu orang saja tidak kompak, tepungnya bisa banyak tumpah. Jadi memang harus saling percaya dan bekerja sama,” ujarnya.
Berbeda dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang menggelar karnaval, Minggu sore (16/8/2026).
Kepala Disdikbud HSS, Ronaldy Prana Putra, mengatakan karnaval tahun ini terbagi dalam tiga kategori, yakni umum, pelajar, dan SKPD. Setiap peserta diwajibkan menampilkan kostum yang dibuat dari bahan bekas atau barang yang dapat didaur ulang.
"Ini sebagai upaya imbauan juga kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan, dengan mendaur ulang sampah menjadi barang berguna dalam keseharian," ujar Ronaldy.
Selain menggunakan bahan daur ulang, para peserta juga menampilkan konsep yang beragam. Mulai dari tokoh pahlawan dan pejuang, tokoh pewayangan, hingga kostum kreatif lainnya yang dilengkapi riasan dan atribut pendukung.
Sementara itu, semangat kebersamaan juga masih tumbuh di Kompleks CPS II Kelurahan Sungai Malang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menjadi gambaran sederhana bagaimana Kemerdekaan Republik Indonesia dapat diisi. Warga mengisinya dengan kegiatan jalan sehat yang tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan merajut kebinekaan.
Start dimulai pukul 07.30 Wita Minggu (16/8/2026) dari depan Langgar Darussalam dan menempuh jarak sekira 2,5 kilometer dan kembali finish di depan langgar kompleks.
Ketua Panitia Jalan Sehat, Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, menjaga persatuan, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya. Menurut dia, jalan sehat menjadi salah satu cara sederhana untuk mempertemukan warga dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Peserta dari berbagai usia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Untuk Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan kemerdekan Republik Indonesia. Kemeriahan mulai terlihat pada Jumat (14/8) melalui pertandingan mini soccer antarperangkat desa di Lapangan Sepak Bola Binawara.
Perwakilan panitia Pemerintah Kecamatan Kusan Hulu, Siti Rahmah mengatakan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan selama dua tahun. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, termasuk desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Kusan Hulu. “Ini sudah tahun kedua dilaksanakan. Kami melibatkan berbagai pihak, termasuk desa-desa yang ada di Kecamatan Kusan Hulu,” kata Siti.
Menurutnya, rangkaian perlombaan tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan. “Intinya untuk memeriahkan kemerdekaan dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi berbagai perlombaan, mulai dari mini soccer, balogo, senam dan yel-yel, bola voli, bahagaan, jalan sehat kemerdekaan, lomba mewarnai, fashion show, cerdas cermat, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga tarik tambang. (mpi/mal/mar/ dza/mud)
Editor : Arief