Kalsel Peringkat 25 IPP Nasional, Dispora Susun RAD Kepemudaan 2026 untuk Kejar Ketertinggalan

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:07 WIB
Sekretaris Dispora Kalimantan Selatan, Denny Saputra, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Budiono saat membuka Rapat Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin. (M Idris Jian Sidik)
Sekretaris Dispora Kalimantan Selatan, Denny Saputra, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Budiono saat membuka Rapat Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin. (M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Satu angka menjadi pengingat penting: peringkat ke-25 dari 34 provinsi. Itulah posisi Kalimantan Selatan dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) nasional berdasarkan data tahun 2024, dengan skor 54,67. Angka itu bukan untuk diratapi, melainkan untuk dijawab dengan langkah konkret. Dan itulah yang mendorong Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 di Banjarmasin.

Rapat yang dihadiri perwakilan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait itu dibuka oleh Sekretaris Dispora Kalsel, Denny Saputra, mewakili Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Budiono. Kehadirannya lintas SKPD bukan tanpa alasan — karena persoalan pembangunan pemuda memang tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja.

Dalam sambutan tertulis Kepala Dispora yang dibacakan Denny, ditegaskan bahwa IPP bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari kualitas pembangunan generasi muda di suatu daerah. Penilaian IPP sendiri mencakup lima domain utama: pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan kesejahteraan, ketenagakerjaan layak, partisipasi dan kepemimpinan, serta inklusivitas gender.

Meski hasil IPP tahun 2025 belum resmi diumumkan, Pemprov Kalsel memilih untuk tetap menatap ke depan dengan optimisme yang terukur.

"Meski angka IPP tahun 2025 belum diumumkan secara resmi, kita harus tetap optimistis mampu meraih skor yang lebih tinggi. Masa depan Kalimantan Selatan berada di tangan para pemuda, sehingga pembangunan kepemudaan harus menjadi perhatian bersama," ujar Denny membacakan sambutan Kepala Dispora.

RAD Pelayanan Kepemudaan yang tengah disusun ini dirancang sebagai peta jalan yang mengikat seluruh perangkat daerah untuk bergerak searah dalam membangun ekosistem kepemudaan yang lebih baik. 

Dokumen ini berfungsi sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan kepemudaan, mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi generasi muda, sekaligus menjadi landasan penyusunan program yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan.

"Melalui penyusunan RAD ini, kita ingin menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga berbagai potensi pemuda Kalimantan Selatan dapat berkembang secara optimal. Semua ini dilakukan dengan semangat bekerja bersama, merangkul semua pihak demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju," pungkas Denny saat diwawancarai, Rabu (5/8/2026).

Melalui forum ini, Dispora Kalsel berharap seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan langkah dan program lintas sektor secara lebih terintegrasi — karena hanya dengan sinergi yang solid, kualitas sumber daya manusia muda Banua bisa benar-benar terdongkrak dan posisi IPP Kalimantan Selatan di peta nasional bisa terus membaik dari tahun ke tahun.

Editor : Arif Subekti
rapat aksi daerah pelayanan kepemudaan kalimantan selatan banjarmasin dispora