Air Tak Langsung Mengalir Setelah Listrik Nyala ! Ini Penjelasan PTAM Bersujud

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:16 WIB
PEMAPARAN: Plt Direktur PT Air Minum Bersujud Dwi Dibyo Raharjo memaparkan dampak pemadaman listrik terhadap proses produksi dan distribusi air bersih dalam rapat bersama DPRD Tanah Bumbu, Selasa (4/8/2026).
PEMAPARAN: Plt Direktur PT Air Minum Bersujud Dwi Dibyo Raharjo memaparkan dampak pemadaman listrik terhadap proses produksi dan distribusi air bersih dalam rapat bersama DPRD Tanah Bumbu, Selasa (4/8/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – PT Air Minum Bersujud menjelaskan penyebab layanan air bersih di Kabupaten Tanah Bumbu tidak bisa langsung normal setelah listrik kembali menyala. Seluruh proses produksi hingga distribusi air bergantung pada pasokan listrik sehingga pemadaman berdampak langsung terhadap pelayanan kepada pelanggan.
Penjelasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Air Minum Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo, dalam rapat bersama DPRD Tanah Bumbu yang juga dihadiri PLN Batulicin dan pelaku UMKM, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dwi, proses penyediaan air bersih diawali dengan pengambilan air baku dari Sungai Karang Bintang menggunakan pompa. Air kemudian dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk diolah hingga memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
Sebagian air hasil produksi disalurkan langsung ke pelanggan, sementara sisanya dialirkan melalui pipa transmisi menuju Booster Pal 4 Kompi dan Booster Batulicin untuk meningkatkan tekanan air ke wilayah yang lebih tinggi maupun lokasi yang jauh dari instalasi.
"Setiap tahapan tersebut menggunakan pompa listrik. Apabila listrik padam, seluruh pompa berhenti bekerja sehingga air tidak dapat diproduksi maupun didistribusikan," ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pelayanan air merupakan satu rangkaian yang saling terhubung. Ketika satu titik berhenti akibat pemadaman listrik, seluruh sistem distribusi ikut terdampak.
Saat ini PT Air Minum Bersujud mengelola jaringan perpipaan sepanjang sekitar 434 kilometer. Karena itu, proses pemulihan layanan tidak dapat dilakukan seketika setelah listrik kembali menyala. Seluruh jaringan harus diisi kembali secara bertahap hingga tekanan air stabil.
"Pelayanan air berbeda dengan pelayanan listrik. Ketika listrik kembali menyala, air tidak bisa langsung mengalir karena sistem harus dinormalisasi terlebih dahulu," katanya.
Selain pemadaman listrik, perusahaan juga menghadapi tantangan saat hujan deras. Tingginya tingkat kekeruhan air baku di Sungai Karang Bintang membuat proses pengolahan menjadi lebih sulit, kebutuhan bahan kimia meningkat, bahkan kapasitas produksi terkadang harus diturunkan demi menjaga kualitas air tetap sesuai standar.
Menurut Dwi, apabila kondisi air baku yang keruh terjadi bersamaan dengan pemadaman listrik, proses pemulihan layanan kepada pelanggan akan membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk meningkatkan keandalan pelayanan, PT Air Minum Bersujud terus melakukan pembenahan sistem kelistrikan, menyiapkan genset cadangan, merehabilitasi jaringan perpipaan, serta meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air.

Editor : Eddy Hardiyanto
PTAM Bersujud air listrik