Cegah Kabut Asap Ganggu Penerbangan, 5 dari 14 Pos Lapangan BPBD Kalsel Bersiaga di Sekitar Bandara

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:22 WIB
SIAGA: Salah satu pos di halaman kantor BPBD Kalsel untuk menyiagakan personel dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. 
(MC KALSEL UNTUK RADAR BANJARMASIN) 
SIAGA: Salah satu pos di halaman kantor BPBD Kalsel untuk menyiagakan personel dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.  (MC KALSEL UNTUK RADAR BANJARMASIN) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, ​BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan memetakan strategi cepat tanggap untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. 

Sebanyak 14 pos lapangan disiagakan tersebar di berbagai kabupaten/kota untuk mempercepat respons pemadaman sebelum titik api membesar dan memicu gangguan asap.

​Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra menegaskan, penempatan pos lapangan ini bertujuan untuk memangkas waktu penanganan di lokasi rawan. Dari total belasan pos tersebut, lima di antaranya sengaja ditempatkan di kawasan ring satu sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai prioritas utama.

​"Area prioritas pertama memang kawasan sekitar bandara untuk mencegah asap mengganggu aktivitas penerbangan. Setelah itu, prioritas kedua adalah wilayah utara yang meliputi Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, hingga Tabalong," kata Ronny. 

​Ia menjelaskan, lima titik strategis di kawasan ring satu yang disiagakan meliputi kawasan Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, sepanjang Jalan Gubernur Sarkawi, serta kawasan Alalak di Barito Kuala tepatnya di sekitar Kampus UMB.

Sementara sembilan pos lapangan sisanya disebar untuk mengover wilayah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan. "Harapannya respons tim dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan bisa lebih cepat, sehingga kebakaran tidak menyebar dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas," tutur Ronny.

​Dalam operasional harian, BPBD Kalsel mengandalkan sinergi lintas instansi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Kehadiran berbagai pihak di setiap pos dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan serta pemadaman di lapangan.

​"Seluruh unsur terlibat dalam pos lapangan ini, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, BPBD hingga Masyarakat Peduli Api dan para relawan," ungkapnya.

​Ronny meyakini, keterlibatan masyarakat dan sukarelawan akan memperkuat pertahanan daerah dari ancaman karhutla. "Kolaborasi ini kami harapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah," pungkasnya.

Editor : Arief
karhutla Kabut Asap bpbd kalsel