Cuaca Buruk dan BBM Mahal, Harga Ikan Laut di Pasar Kemakmuran Melambung Tinggi

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:07 WIB
NORMAL: Kondisi Pasar Kemakmuran Kotabaru ditengah musim Tenggara. 
Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.  
NORMAL: Kondisi Pasar Kemakmuran Kotabaru ditengah musim Tenggara.  Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.  

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Gelombang tinggi di perairan Kotabaru tak hanya berdampak pada keselamatan pelaut, tetapi juga mulai berimbas langsung ke meja makan masyarakat, Rabu (22/7).

Pasokan ikan laut segar di Pasar Kemakmuran Kotabaru belakangan ini terus menyusut drastis. Alhasil, lonjakan harga tak terelakkan.

Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan sore  suasana pasar ikan di kawasan Kemakmuran sejatinya masih terpantau ramai dikunjungi pembeli. 

Namun, pemandangan berbeda terlihat di lorong-lorong lapak pedagang. Beberapa lapak tampak melompong dan tak terisi karena ketiadaan pasokan barang.

Para pedagang yang bertahan pun harus memutar otak menghadapi fluktuasi harga yang kian tak menentu akibat tipisnya pasokan dari nelayan lokal.

Oyong, salah seorang pedagang ikan senior di Pasar Kemakmuran mengungkapkan, aktivitas transaksi jual beli di pasar sebenarnya masih diupayakan berjalan normal. 

Dijelaskannya, rutinitas pedagang dimulai sejak pagi hingga pukul 10.00 atau 12.00 WITA untuk sesi pertama, kemudian dilanjutkan kembali pada sesi sore sekitar pukul 15.00 WITA.

Namun, ia tak menampik bahwa kondisi pasokan saat ini berada di titik yang sangat sulit.

"Memang lagi gelombang besar, hasil tangkapan nelayan juga kurang maksimal. Nelayan sekarang sangat memperhitungkan kalau mau melaut. Selain ombak besar, sekarang juga bukan musim ikan, ditambah harga minyak (BBM) yang sangat mahal," beber Sahar.

Menurutnya, tingginya biaya operasional melaut yang tidak sebanding dengan potensi hasil tangkapan membuat banyak nelayan memilih menyandarkan kapalnya sementara waktu. 

Situasi hukum ekonomi pun berlaku, pasokan sedikit, permintaan tetap tinggi, harga akhirnya melambung tinggi.

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada jenis ikan konsumsi harian masyarakat. Ikan peda atau ikan kembung segar, misalnya. Jenis ikan yang biasanya dibanderol murah ini harganya melonjak hingga dua kali lipat. 

Dari yang biasanya berada di kisaran Rp25 ribu  per kilogram, kini menembus Rp 50 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa juga dialami komoditas ikan lainnya:
Ikan Tongkol,  saat ini dijual di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Ikan Tenggiri favorit warga ini harganya merangkak naik hingga menyentuh Rp65 ribu  per kilogram.

Oyong menambahkan, fenomena kelangkaan pasokan ikan laut ini sebenarnya merupakan siklus tahunan yang kerap berulang di perairan Kotabaru. 

Periode paceklik atau masa sulit melaut bagi nelayan biasanya berlangsung selama kurun waktu lima bulan, yakni mulai bulan Juni hingga Oktober.

"Nanti kalau sudah masuk bulan Oktober baru mulai musim ikan lagi sampai bulan Juni. Nah, dari bulan Juni sampai Oktober ini memang masa-masa melaut lagi susah-susahnya," tutupnya mengakhiri.

Editor : Arif Subekti
harga ikan laut pasar kemakmuran kotabaru akibat cuaca buruk naiknya biaya bbm gelombang tinggi