RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Keluarga besar Radar Banjarmasin kehilangan salah satu sosok senior. H Syarifuddin Ardasa berpulang pada Kamis (16/7/2026) pukul 19.57 Wita di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin dalam usia 52 tahun.
Kepergian pria yang akrab disapa Bang Udin itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan terutama generasi awak redaksi dan karyawan Radar Banjarmasin yang pernah tumbuh di bawah bimbingannya.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Bang Udin mengalami sakit dada saat bersiap menunaikan Salat Magrib.
Ia baru selesai berwudu ketika keluhan itu datang. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Bang Udin berpulang pada malam Jumat.
Jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya di Jalan Trans Kalimantan, Komplek Kebun Jeruk III Nomor 7, Banjarmasin.
Sejak kabar duka tersebar, rumah duka tak pernah sepi. Silih berganti keluarga, sahabat, rekan seprofesi, tokoh politik, hingga masyarakat datang mengucapkan belasungkawa dan mengantar kepergian sosok yang selama hidupnya dikenal hangat, terbuka, dan mudah merangkul siapa saja.
Pada Jumat (17/7/2026), jenazah dimandikan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Usai Salat Jumat, ribuan doa mengiringi salat jenazah sebelum almarhum diberangkatkan menuju Alkah Mahabbah, Sekumpul, Martapura, tempat peristirahatan terakhirnya.
Suasana haru kembali menyelimuti prosesi pemakaman. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahad.
Tak hanya sanak saudara dan handai taulan, sejumlah pejabat, tokoh politik, ulama, kolega, serta para jurnalis turut hadir mengantarkan Bang Udin ke peristirahatan terakhirnya.
Kehadiran mereka menjadi gambaran besarnya penghormatan kepada sosok yang semasa hidupnya menjalin persahabatan dan pengabdian di berbagai bidang.
Bagi insan pers Banua, Bang Udin bukan sekadar mantan redaktur Radar Banjarmasin. Ia adalah guru yang membentuk karakter.
Sejak bergabung dari Kaltengpos ke Radar Banjarmasin pada 2001, ia menjadi salah satu figur yang ikut membangun kualitas ruang redaksi.
Ketegasannya dalam menyunting naskah selalu diimbangi kesabaran dalam mengajari reporter muda.
Banyak wartawan yang kini tersebar di berbagai media mengawali perjalanan profesionalnya dari meja redaksi tempat Bang Udin memberikan arahan.
Ia tidak hanya mengoreksi tulisan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai jurnalistik. Baik itu mengenai pentingnya akurasi, keberimbangan, keberanian mencari fakta, maupun tentang menjaga integritas.
Bimbingannya tidak berhenti ketika jam kerja usai. Di luar kantor, Bang Udin tetap menjadi tempat bertanya, berdiskusi, bahkan meminta nasihat.
Hubungannya dengan para junior melampaui relasi antara redaktur dan reporter. Ia menjadi mentor yang hadir ketika dibutuhkan.
Pengabdian Bang Udin tidak hanya di dunia pers. Pengalamannya sebagai jurnalis membawanya aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan.
Di dunia politik, ia dipercaya sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin setelah sebelumnya menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu).
Sementara di dunia olahraga, sejak 2014 ia mendapat kepercayaan menjadi asisten manajer Barito Putera mendampingi Hasnuryadi Sulaiman, atas amanah almarhum H Abdussamad Sulaiman HB.
Meski menjalani berbagai peran, banyak orang tetap mengenangnya sebagai wartawan. Dunia jurnalistik adalah tempat ia membangun nama sekaligus mengabdikan ilmu yang dimilikinya.
Ia lebih senang melihat wartawan muda berkembang daripada menceritakan keberhasilannya sendiri. Kepergian Bang Udin memang meninggalkan kekosongan. Namun, jejak yang ia tinggalkan tak akan hilang.
Pada setiap berita yang ditulis dengan cermat, pada setiap wartawan yang memegang teguh etika profesi, dan pada setiap generasi yang pernah belajar darinya, ada bagian dari warisan yang ia titipkan.
Mentor yang Tak Pernah Lelah Membimbing
Tak hanya bagi insan pers, kepergian H Syarifuddin Ardasa juga meninggalkan duka di kalangan organisasi kepemudaan.
Sosok yang akrab disapa Bang Udin itu dikenang sebagai mentor yang banyak melahirkan kader dan pemimpin muda.
Wakil Ketua DPD KNPI Kota Banjarmasin, Muhamad Arifin mengatakan Bang Udin merupakan salah satu Dewan Penasehat KNPI Kota Banjarmasin yang selama ini aktif memberikan arahan, nasihat, dan pandangan kepada para pengurus.
"Beliau bukan hanya senior bagi kami, tetapi juga guru. Banyak bimbingan, nasihat, dan pandangan yang beliau berikan dalam perjalanan kami berorganisasi," ujarnya.
Menurut Arifin, di luar profesinya sebagai jurnalis, Bang Udin dikenal sebagai figur yang mampu membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.
Almarhum menjadi penghubung yang baik antara dunia jurnalistik, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga politik.
"Beliau mengajarkan arti integritas, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Keteladanan serta semangat perjuangannya akan terus menjadi inspirasi bagi kami," katanya.
Arifin menilai dedikasi Bang Udin tidak hanya terlihat dari kiprahnya di berbagai organisasi, tetapi juga dari kesediaannya meluangkan waktu untuk membimbing generasi muda.
Menurutnya, banyak pemuda yang berkembang berkat arahan dan motivasi yang diberikan almarhum. "Kepergian beliau meninggalkan jejak panjang. Bang Udin akan selalu dikenang sebagai sosok teladan dan mentor yang tak pernah lelah membimbing generasi penerus," tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani