Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dokumen Acuan Kebudayaan Kedaluwarsa, Disdikbud Tabalong Kumpulkan Seniman dan Budayawan

Ibnu Dwi Wahyudi • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:23 WIB
PERTEMUAN: Jajaran Disdikbud Tabalong dan para seniman serta budayawan saling berdiskusi terkait data kebudayaan Tabalong. (Foto: Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
PERTEMUAN: Jajaran Disdikbud Tabalong dan para seniman serta budayawan saling berdiskusi terkait data kebudayaan Tabalong. (Foto: Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Dokumen acuan pengembangan kebudayaan di Tabalong ternyata sudah kedaluwarsa. Mau tidak mau, program kebudayaan beberapa tahun ini berjalan tanpa arah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong mulai mencari solusi untuk masalah ini dengan menghadirkan para seniman dan budayawan ke kantor Disdikbud Tabalong, Jumat (17/7/2026).

Mereka meminta tolong seniman dan budayawan untuk membantu melakukan update data dokumen, agar pengembangan kebudayaan dapat diselesaikan. 

Plt Sekretaris Disdikbud Tabalong, Masdulhak Abdi memimpin pertemuan tersebut, mengatakan dokumen pengembangan kebudayaan itu berupa dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

Landasannya Permendikbudristek Nomor 6 Tahun 2023 perubahan atas Permendikbud Nomor 45 tahun 2018 tentang pendoman penyusunan PPKD. 

"Harusnya Tabalong sudah memiliki PPKD di tahun 2023 dan sudah dimuktahirkan, tapi sampai sekarang tidak ada. Jadi beberapa tahun ini program kebudayaan tidak ada acuannya," jelasnya.

Dokumen itu membutuhkan berbagai jenis data terkait seni dan budaya Tabalong. Mulai dari adat istiadat, bahasa, olahraga tradisional, manuskrip, pengetahuan tradisional dan lainnya.

Semuanya akan dideskripsikan kembali sebagai data terpadu untuk merancang kebijakan kebudayaan yang dilakukan Pemkab Tabalong.

"Supaya kami tahu, apa saja yang dibutuhkan kebudayaan, khusus untuk pengajuan anggaran," tegas Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Baperida Tabalong, Ida Hastutiningsih yang ikuti pertemuan.

Semua seniman dan budayawan yang hadir ditetapkan menjadi tim perumus dalam PPKD, agar mereka ikut terlibat sebagai penyedia data. 

Editor : Sutrisno
Tabalong Budaya