Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hotspot Mulai Bermunculan, Banjarmasin Siapkan Posko Siaga Karhutla

Endang Syarifuddin • Jumat, 17 Juli 2026 | 13:27 WIB
POSKO SIAGA KARHUTLA: Kawasan lahan di Basirih Selatan yang menjadi salah satu titik rawan kebakaran.
POSKO SIAGA KARHUTLA: Kawasan lahan di Basirih Selatan yang menjadi salah satu titik rawan kebakaran.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membayangi Kota Banjarmasin. Menyusul meningkatnya jumlah titik panas di Kalimantan Selatan, pemerintah bersiap mendirikan Posko Siaga Karhutla di Kelurahan Basirih Selatan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Tambrin, mengatakan Basirih Selatan dipilih karena merupakan kawasan yang rawan kebakaran lahan serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar.

"Lokasinya direncanakan di depan Rumah Singgah agar lebih mudah menjangkau titik-titik rawan apabila terjadi kebakaran," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Posko tersebut akan diisi personel gabungan dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan BPBD Kota Banjarmasin. Penanganan juga melibatkan relawan kebencanaan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di bawah koordinasi BPBD Provinsi Kalsel.

Menurut Husni, rencana pembentukan posko telah dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin dan mendapat persetujuan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih ekstrem tahun ini.

Namun, operasional posko masih menunggu hasil rapat lanjutan setelah Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan kembali dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rapat tersebut juga akan membahas permohonan bantuan helikopter water bombing untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Setelah rapat selesai dan ada keputusan, baru posko diaktifkan. Jadwal operasionalnya masih menunggu arahan dari provinsi," katanya.

Belajar dari 41 Kasus Karhutla

BPBD Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.

Husni mengingatkan, pengalaman pada 2023 menjadi pelajaran penting. Saat itu tercatat 41 kejadian kebakaran lahan yang sebagian besar dipicu kelalaian masyarakat saat membakar sampah hingga api merambat ke lahan kering.

"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kabut asap," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah, meminta kesiapsiagaan menghadapi karhutla ditingkatkan menjelang puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus.

Ia mendorong pemerintah menyiapkan sumber air dan penampungan air di kawasan rawan agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat saat kebakaran terjadi.

Politisi PKS tersebut juga menginginkan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat, disertai pemantauan rutin untuk mendeteksi titik api sejak dini.

"Kami mendukung pendirian Posko Siaga Karhutla. Namun personel dan peralatannya harus benar-benar siap. Yang tidak kalah penting, masyarakat harus ikut mencegah munculnya hotspot dan segera melapor apabila menemukan titik api," tegasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Hotspot Posko Siaga Karhutla banjarmasin