Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Terong Ungu Stabil, Petani Balangan Untung Besar di Tengah Ancaman Penyakit

M Dirga • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:01 WIB
PANEN TERONG: Hasil panen terong ungu dari salah satu kebun milik warga. Tingginya harga jual tahun ini memberikan keuntungan besar bagi petani. (Khairul untuk Radar Banjarmasin)
PANEN TERONG: Hasil panen terong ungu dari salah satu kebun milik warga. Tingginya harga jual tahun ini memberikan keuntungan besar bagi petani. (Khairul untuk Radar Banjarmasin)

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Tingginya harga jual terong ungu sejak awal tahun 2026 memberikan keuntungan yang cukup signifikan bagi para petani di Kabupaten Balangan. Sepanjang tahun ini, pendapatan mereka meningkat berkat harga yang terus stabil.

Di tingkat petani, harga terong ungu saat ini berkisar antara Rp9.000 hingga Rp11.000 per kilogram, bergantung pada kualitas hasil panen. Kondisi ini menjadi angin segar yang mendongkrak kesejahteraan petani, terutama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dirasakan langsung oleh Muhammad, salah seorang petani asal Desa Karuh, Kecamatan Batumandi. Di lahan miliknya, ia menanam sekitar 4.000 pohon terong ungu. Produktivitas panen yang baik dipadukan dengan harga pasaran yang tinggi memberikan hasil yang memuaskan pada musim tanam kali ini.

"Alhamdulillah tahun ini kami sangat terbantu dengan harga terong yang masih tinggi," ungkap Muhammad, Kamis (16/7).

Kendati demikian, tingginya harga jual ini dibarengi dengan tantangan yang cukup berat di lapangan. Proses budidaya terong membutuhkan penanganan ekstra karena petani harus bekerja keras menyelamatkan tanamannya dari serangan penyakit yang bisa menyebabkan gagal panen.

Ia membeberkan, penyakit layu fusarium menjadi ancaman utama yang patut diwaspadai. Jika gejala awal tidak segera ditangani, tanaman akan menyusut dan mati. 

"Tantangan terbesar sekarang justru penyakit fusarium karena penyebarannya sangat cepat. Kalau terlambat ditangani, banyak tanaman yang mati," tambahnya.

Selain fusarium, kebun terong juga kerap diserang penyakit bule atau virus kuning dan antraknosa. Namun, Muhammad menilai penyakit penyerta tersebut masih relatif lebih mudah dikendalikan dibandingkan fusarium, asalkan petani rutin mengecek kondisi kebun dan melakukan penanganan tepat waktu.

 

Editor : Arif Subekti
harga terong ungu di tingkat petani balangan meraup untung besar para petani harus stabil