RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Marabahan – Beredarnya unggahan di media sosial yang menyebut anggaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Barito Kuala mencapai Rp46 miliar. Dibantah Sekretaris Daerah (Sekda) Batola, Zulkipli Yadi Noor. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Zulkipli Yadi Noor mengatakan, anggaran sebenarnya sebesar Rp13,5 miliar. Dengan anggaran itu sudah mencakup seluruh kebutuhan pelaksanaan MTQ. Mulai dari konsumsi, hadiah, pembukaan dan penutupan, hingga penyediaan 11 venue yang tersebar di beberapa lokasi.
"Jadi tidak benar anggaran sampai Rp46 miliar itu," tegas Zulkipli.
Ia menjelaskan, Pemkab Batola bahkan sempat tiga kali menunda kesediaan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi karena keterbatasan anggaran.
"Selama 16 tahun kami terus diminta menjadi tuan rumah. Tiga kali kami menunda karena anggaran belum memadai. Baru setelah itu kami menyanggupi," ujar Zulkipli, yang juga sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Barito Kuala, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, informasi yang menyebut anggaran mencapai Rp46 miliar merupakan kabar yang tidak berdasar. Ia mengimbau masyarakat melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami terbuka. Kalau ada yang ingin mengetahui anggarannya, silakan bertanya. Informasi Rp46 miliar itu dari mana? Anggaran yang benar hanya Rp13,5 miliar," katanya.
Ia menegaskan, kabar anggaran sebesar itu tidak benar. Penyebarannya juga dilakukan tanpa memberikan penjelasan maupun melakukan konfirmasi kepada kami.
"Jika tidak segera diralat, tentu bisa kami tempuh melalui jalur hukum. Sebab, itu sama saja menyebarkan informasi bohong," tegas Sekda.
Ia menambahkan, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk seremoni pembukaan dan penutupan. Dana itu juga membiayai orientasi dewan hakim, pelatihan, paskibraka, pelayanan tamu, konsumsi ribuan peserta, bonus bagi kafilah, hingga hadiah umrah.
"Kalau hanya melihat pembukaan dan penutupan memang terkesan besar. Padahal rangkaian kegiatan berlangsung beberapa hari dengan ribuan paket konsumsi. Menurut kami anggaran itu justru efisien, dan pelaksanaan MTQ juga mendapat banyak apresiasi," jelasnya.
Zulkipli juga mengungkapkan bonus umrah bagi kafilah dari 12 kabupaten/kota di luar Barito Kuala turut dianggarkan dalam dana Rp13,5 miliar tersebut. Bonus itu diserahkan melalui pengurus kafilah masing-masing daerah.
"Kami berharap masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik," tutupnya.
Editor : M Oscar Fraby