Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahap I Pasar Harum Manis Banjarmasin Jadi Puing Terbengkalai Pasca Kebakaran Dua Tahun Lalu

Zulvan Rahmatan • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:02 WIB
Blok Besi, Tahap I Pasar Harum Manis, Kawasan Pasar Lima Banjarmasin kembali tersorot. Lokasi ini sempat diterpa kebakaran pada 2024 lalu.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Blok Besi, Tahap I Pasar Harum Manis, Kawasan Pasar Lima Banjarmasin kembali tersorot. Lokasi ini sempat diterpa kebakaran pada 2024 lalu.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Dua kejadian besar kebakaran menimpa Pasar Harum Manis, Kawasan Pasar Lima, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, tahun ini.

Ruang yang dahulunya ramai aktivitas perdagangan itu, kini berubah menjadi puing-puing terbengkalai, ditumbuhi rerumputan yang tersembunyi di pojok pasar.

Tempat tersebut dikenal sebagai lokasi Tahap I, Blok Besi yang sempat luluh lantak akibat peristiwa kebakaran pada tahun 2024 lalu.

“Kejadiannya persis dua tahun yang lalu, tepatnya bulan Juli 2024,” ujar seorang pedagang, yang sibuk mencari sisa-sisa barang yang masih bisa diselamatkan pasca kebakaran di blok besi pada 10 Juli 2026 lalu.

Menurut salah satu pedagang, Muhammad Yusuf, kondisi ini cukup timpang dan memprihatinkan. Mengingat, kawasan tersebut bisa dikelola kembali menjadi pusat perdagangan yang lebih optimal.

“Kalau lokasi ini sudah diperbaiki sejak dulu mungkin pedagang yang kehilangan tempat bisa berlalih ke sini, karena lokasinya tidak jauh,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Jika dibandingkan dengan Pasar Bawang, Tahap I lebih minim perhatian. Pasar Bawang bahkan memiliki prospek yang lebih jelas. Pembangunan ulang lokasi pasca kebakaran Mei 2026 lalu kini sudah dikebut. Bahkan kurang dari dua bulan pasca insiden.

“Di Tahap I kebakarannya 2024, sampai sekarang belum ada prospek yang jelas mau diapakan. Kalau Pasar Bawang, sudah langsung,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mulyadi, pedagang korban peristiwa kebakaran di Blok Besi baru-baru ini. Ia menyebut, aspirasi tersebut kerap disampaikan ke petugas pasar yang bertugas menagih iuran.

“Sudah cukup sering. Kita sampaikan untuk diperhatikan,” sebutnya.

Menurutnya, lokasi tersebut tidak selayaknya bertahan tanpa perencanaan pasti. Setidaknya, ruang terbengkalai yang ada bisa dibersihkan. Tempatnya bisa dialihfungsikan untuk aktivitas yang lebih bermanfaat.

“Setidaknya dibersihkan. Kalau bersih, jadi lahan parkir pun bisa, yang terpenting tempat ini ada perhatiannya,” ungkap Mulyadi.

Ketika peristiwa kebakaran di Pasar Harum Manis Tahap I terjadi pada Juli 2024, pengelola pasar masih dinaungi Bidang Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin.

Baru pada 2025 awal, pengelola pasar di atas aset Pemerintah Kota Banjarmasin diberikan kewenangan khusus untuk dikelola melalui perusahaan daerah yang sekarang dikenal sebagai Perumda Pasar Banjarmasin.

Ketua Dewan Pengawas, Perumda Pasar Banjarmasin, Matnor Ali tak menampik hal demikian. Sejauh ini, Tahap I di lokasi tersebut hanya pernah di anggarkan untuk kanopi, namun belum menyentuh perbaikan yang di harapkan.

Meski demikian, eks Wakil Ketua DPRD Banjarmasin ini menegaskan, Tahap I tetap masuk dalam sasaran perencanaan jangka panjang. Atau, menyusul jadwal revitalisasi pasar yang telah ditargetkan.

“Kita masih mendahulukan keperluan pedagang yang baru-baru ini mengalami kebakaran dengan bangunan semi permanen. Untuk Tahap I masuknya perencanaan jangka panjang,” tegasnya.

Menurutnya, perencanaan jangka panjang tetap diperlukan. Mengingat adanya target revitalisasi pasar guna mewujudkan kawasan yang lebih tertata dan kokoh untuk kenyamanan pengunjung dan pedagang pasar.

Editor : M Oscar Fraby
#Kebakaran #Pasar #Pasar Harum Manis