RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapin mulai mematangkan persiapan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026.
Panitia diminta mengatur jadwal kampanye secara cermat agar tidak memicu gesekan antarpendukung calon kepala desa.
Kepala Dinas PMD Tapin, Rahmadi, mengatakan setiap calon kepala desa diberikan kesempatan menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Memang dalam Pilkades setiap calon diberikan waktu untuk berkampanye dan menyampaikan visi misinya kepada masyarakat," ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Rahmadi menjelaskan, masa kampanye berlangsung selama tiga hari, yakni pada 25 hingga 27 Juli 2026. Meski waktunya relatif singkat, tahapan tersebut dinilai menjadi salah satu yang paling rawan sehingga memerlukan pengaturan yang baik.
Menurutnya, pengaturan teknis kampanye sepenuhnya menjadi kewenangan panitia pemilihan di tingkat desa.
Panitia diminta menyusun jadwal secara bergiliran agar tidak terjadi pertemuan massa pendukung dalam waktu dan lokasi yang sama.
"Kalau dalam satu desa ada tiga calon, jadwalnya bisa digilir. Yang penting jangan sampai terjadi gesekan antarpendukung," katanya.
Bahkan apabila kampanye harus dilaksanakan pada hari yang sama, Rahmadi menyarankan panitia membagi lokasi kegiatan berdasarkan wilayah atau rukun tetangga (RT) sehingga konsentrasi massa tidak bertumpuk di satu titik.
"Kalau memang dilaksanakan di hari yang sama, bisa dibagi per wilayah atau per RT supaya lebih mudah dikendalikan," jelasnya.
Selain pengaturan jadwal, aspek pengamanan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Rahmadi mengatakan personel gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri akan diterjunkan untuk mengamankan seluruh desa yang melaksanakan tahapan kampanye.
"Petugas pengamanan akan ditempatkan di desa-desa yang melaksanakan kampanye agar seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib," ujarnya.
Tak hanya itu, Dinas PMD juga mengusulkan agar dibentuk tim pengamanan bergerak cepat atau mobile yang dapat segera menuju lokasi apabila muncul potensi gangguan keamanan.
Usulan tersebut, kata Rahmadi, didasarkan pada pengalaman pelaksanaan Pilkades tahun 2022, ketika sempat muncul riak-riak di sejumlah lokasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
"Kami menyarankan ada tim keamanan yang sifatnya mobile. Pengalaman Pilkades 2022, ketika ada riak atau potensi keributan bisa segera ditangani sehingga situasi tetap terkendali," tegasnya.
Ia berharap seluruh calon kepala desa beserta tim pendukung dapat menjaga suasana tetap kondusif selama masa kampanye dan mengedepankan persaingan yang sehat.
"Tujuan utama kita adalah menyukseskan Pilkades yang aman, damai, dan demokratis. Semua pihak harus bersama-sama menjaga situasi agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman pada hari pemungutan suara 1 Agustus 2026," pungkas Rahmadi.
Editor : Sutrisno