Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tanah Laut Dominasi Hotspot Kalsel, BMKG Ingatkan Waspada Karhutla

M Fadlan Zakiri • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:24 WIB
KARHUTLA: Kebakaran lahan di sekitar perbatasan Tanah Laut-Banjarbaru pada Selasa (14/7/2026). (PENGAYUAN RESCUE UNTUK RADAR BANJARMASIN)
KARHUTLA: Kebakaran lahan di sekitar perbatasan Tanah Laut-Banjarbaru pada Selasa (14/7/2026). (PENGAYUAN RESCUE UNTUK RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Kabupaten Tanah Laut menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor pada Selasa (14/7/2026).

Dari total 41 titik panas yang terdeteksi, sedikitnya 16 titik berada di kabupaten tersebut.

Sebaran hotspot di Tanah Laut didominasi Kecamatan Panyipatan dengan 14 titik panas. Sisanya masing-masing satu titik berada di Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang. 

Sebagian besar memiliki tingkat kepercayaan sedang (level 8), sedangkan dua titik berkategori tinggi (level 9).

Di bawah Tanah Laut, Kabupaten Balangan menempati urutan kedua dengan enam hotspot yang tersebar di Kecamatan Juai dan Halong. 

Kabupaten Banjar menyusul dengan lima hotspot di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Karang Intan.

Sementara itu, Kabupaten Tapin terdeteksi enam hotspot yang tersebar di Kecamatan Candi Laras Utara dan Tapin Selatan. 

Sedangkan di Kabupaten Tabalong mencatat tiga hotspot, Kotabaru dua hotspot, sedangkan Hulu Sungai Utara satu hotspot.

Meski jumlah hotspot pada 14 Juli turun dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 64 titik.

BMKG menilai kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus ditingkatkan karena sebarannya masih muncul di sejumlah wilayah rawan.

Data hotspot merupakan hasil deteksi satelit yang menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan. 

Meski demikian, titik panas tersebut masih memerlukan verifikasi di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya kejadian kebakaran.

Prakirawan BMKG Kalimantan Selatan Rianta Sekar Utami mengatakan kondisi cuaca di Kalimantan Selatan pada periode 15–21 Juli 2026 umumnya cerah hingga berawan. 

Hujan ringan diprakirakan hanya terjadi secara lokal, terutama di wilayah timur seperti Kotabaru dan Tanah Bumbu.

"Suhu udara diperkirakan berkisar 21–35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 45–98 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam," ujarnya.

Rianta mengingatkan kondisi cuaca yang relatif kering dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila masyarakat masih membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Hindari membuang puntung rokok sembarangan, gunakan air secara bijak selama musim kemarau, dan pantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG," tegasnya.

BMKG berharap pemerintah daerah bersama masyarakat meningkatkan pengawasan di wilayah yang konsisten memunculkan hotspot, terutama Tanah Laut, agar potensi karhutla dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Editor : Sutrisno
#karhutla #Tanah Laut #Kalsel