RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2025 resmi disahkan pada Senin (13/7). Namun, di balik pengesahan tersebut, kalangan legislatif memberikan penekanan tegas terkait sisa anggaran daerah yang urung terserap maksimal.
Melalui laporan Badan Anggaran (Banggar), DPRD Balangan mengapresiasi keberhasilan eksekutif yang sukses mendongkrak pendapatan daerah melampaui target hingga 108,56 persen. Sayangnya, capaian positif tersebut berbanding terbalik dengan sektor belanja yang baru terealisasi sekitar 85 persen.
Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Lindawati, secara khusus menyoroti angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang membengkak hingga menyentuh angka Rp886,9 miliar. Menurutnya, besaran dana yang menganggur ini membuktikan masih banyaknya program pembangunan yang tertahan.
"Besaran SiLPA ini menunjukkan masih adanya anggaran yang belum termanfaatkan secara optimal. Ini harus menjadi bahan evaluasi serius dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan APBD pada tahun-tahun berikutnya," ucap Lindawati.
Tingginya angka SiLPA ini memang tidak terlepas dari sejumlah hambatan teknis di lapangan. Sebagaimana yang diakui oleh Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto, beberapa waktu lalu, berbagai kendala tersebut memicu lambatnya serapan belanja di lingkup pemerintah.
Menyadari kendala dari pihak eksekutif tersebut, legislatif mendorong agar berbagai hambatan ini bisa terurai, agar tidak lagi menjadi kendala yang terus berulang. "Kualitas perencanaan, pengendalian, dan percepatan pelaksanaan kegiatan perlu terus ditingkatkan. SKPD harus menyusun anggaran agar lebih realistis sesuai dengan kemampuan pelaksanaannya," tambahnya.
Di sisi lain, DPRD juga memberikan apresiasi atas capaian pembangunan daerah yang menunjukkan progres sangat positif. Dibuktikan melalui meningkatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, serta diraihnya predikat Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah kategori Sangat Tinggi dengan peringkat pertama di Provinsi Kalimantan Selatan.
Editor : M Oscar Fraby