RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meminta seluruh pemangku kepentingan untuk blak-blakan dan tidak menutup-nutupi kekurangan dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Irfan Yusuf membeberkan bahwa Embarkasi Banjarmasin tahun ini sukses melayani 19 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.715 jemaah. Meski operasional berjalan sukses hingga mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi, ia memberikan catatan tebal terkait profil kesehatan jemaah.
Berdasarkan data, terdapat sekitar 4.580 jemaah atau hampir 70 persen dari total jemaah asal Embarkasi Banjarmasin masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Beberapa di antaranya dilaporkan wafat di tanah suci akibat gangguan pernapasan, infeksi, hingga penyakit jantung.
“Saya mengajak kita semua untuk terbuka dalam evaluasi. Mari kita bongkar seluruh kekurangan, bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memperbaiki pelayanan haji di tahun-tahun berikutnya,” tegas Irfan saat membuka kegiatan Evaluasi dan Penguatan Layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji bersama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan dan Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (10/7).
ia meminta jajaran di daerah memperketat koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit. Pemeriksaan kesehatan ke depan harus menghasilkan pemetaan risiko yang akurat, bukan sekadar pemenuhan syarat administrasi di atas kertas.
Irfan juga memberikan peringatan keras terkait integritas jajarannya. Seluruh temuan minor pada musim haji lalu dipastikan akan dievaluasi total dan ditindak sesuai aturan yang berlaku. “Kementerian Haji dan Umrah adalah kementerian baru yang mendapat amanah besar dari Presiden untuk bekerja secara profesional, bersih, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran. Jangan berikan ruang bagi praktik-praktik yang mencederai pelayanan kepada jemaah,” tekannya.
Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Eddy Khairani, langsung merespons dengan membeberkan enam rekomendasi strategis hasil evaluasi internal. Langkah ini disiapkan untuk mendongkrak performa 1.567 petugas yang mengawal Embarkasi Banjarmasin.
"Hal pertama yang menjadi rekomendasi adalah peningkatan kualitas pembinaan jemaah melalui manasik yang lebih berpihak pada kebutuhan jemaah, mencakup praktik ibadah, kesehatan, keselamatan, serta kemandirian," papar Eddy.
Selain manasik, lima poin rekomendasi lainnya meliputi penguatan koordinasi lintas sektoral (pemerintah daerah, Imigrasi, Bea Cukai, hingga maskapai), sertifikasi kompetensi petugas, optimalisasi teknologi informasi, peningkatan fasilitas fisik embarkasi (akomodasi, konsumsi, dan kebersihan), serta pengetatan skrining kesehatan sejak sebelum keberangkatan. "Target kita jelas, menjadikan rekomendasi ini sebagai bahan penyempurnaan agar pelayanan kepada jemaah pada musim haji berikutnya semakin berkualitas, aman, dan nyaman," katanya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief