BANJARBARU – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik Banjarbaru Support Office (BBSO) bersama Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Kelurahan Guntung Payung terus mendorong kesadaran masyarakat dalam pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Melalui kegiatan edukasi lingkungan terkait pemilihan dan pengolahan sampah rumah tangga, PAMA BBSO menggandeng Bank Sampah Induk Derapha untuk memberikan pemahaman kepada pengurus bank sampah di Kelurahan Guntung Payung, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari tiga bank sampah di Kelurahan Guntung Payung. Peserta juga melibatkan unsur ketua RT dan RW yang menjadi bagian dari kepengurusan bank sampah.
Lurah Guntung Payung Lina Mardiati mengatakan, kegiatan ini terlaksana atas sinergi antara Kelurahan Guntung Payung dan PT PAMA BBSO sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
“Harapannya dari peserta yang hadir hari ini dapat membagikan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat. Mudah-mudahan bank sampah semakin baik dalam melakukan pemilahan dan pengelolaan sampahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Landasan Ulin Dinny Wahyuny, S.STP menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan Kelurahan Guntung Payung bersama PAMA BBSO dalam mendukung program Pemerintah Kota Banjarbaru terkait pengelolaan dan pemilahan sampah.
Menurutnya, kegiatan edukasi ini menjadi langkah awal yang baik, namun yang paling penting adalah keberlanjutan penerapan di masyarakat.
“Setelah sosialisasi ini, yang paling penting adalah implementasinya. Karena kalau tidak ada dukungan dari bank sampah dan masyarakat, program pengelolaan sampah tidak akan berjalan,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga bank sampah di wilayah Guntung Payung semakin aktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
HCGS Section Head PT PAMA BBSO Prihadi Suseno mengatakan, pengelolaan sampah di lingkungan perusahaan telah berjalan dengan baik melalui berbagai program, seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan maggot.
“Di lingkungan kami, sampah organik sudah dikelola untuk maggot dan komposting. Jika teman-teman di sini ingin belajar atau mengembangkan hal serupa, kami sangat terbuka untuk berbagi,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah saat ini bukan hanya soal pengetahuan, tetapi membangun kesadaran masyarakat agar konsisten memilah dan mengolah sampah.
Ia juga membuka peluang kolaborasi pengembangan inovasi lingkungan, termasuk budidaya maggot yang telah diterapkan di lingkungan PAMA.
“Kalau mau belajar atau mengembangkan maggot, kami terbuka. Ini menjadi bagian dari proses pembelajaran pengelolaan sampah,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Induk Derapha Kecamatan Landasan Ulin Agustin Eka W mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat dalam memilah sampah mulai mengalami peningkatan. Bank Sampah Induk Derapha saat ini membawahi 17 Bank Sampah Unit dengan jumlah nasabah sekitar 350 orang.
“Kami mengangkut sampah dari bank sampah unit. Saat ini masyarakat sudah mulai bisa memilah sendiri. Biasanya kami edukasi dengan dua kantong sampah, yaitu organik dan nonorganik,” jelasnya.
“Jadi tidak hanya diberikan materi, tetapi langsung dipraktikkan. Ini sangat bagus agar masyarakat lebih mudah menerapkan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, penerapan konsep ramah lingkungan juga terlihat dari penggunaan tumbler sebagai pengganti gelas plastik sekali pakai, sebagai bentuk komitmen bersama menjaga lingkungan.
Editor : Nurhidayat