Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Telur Tidak Laku, Peternak Ayam Petelur Mengadu ke Pemkab Tabalong

Ibnu Dwi Wahyudi • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:06 WIB
MENGELUH: Para peternak ayam petelur saat mengadu ke Pemkab Tabalong soal harga di pasaran. (Foto: Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
MENGELUH: Para peternak ayam petelur saat mengadu ke Pemkab Tabalong soal harga di pasaran. (Foto: Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Para peternak ayam petelur mendatangi kantor Sekretariat Daerah Tabalong untuk menyampaikan keluhan mereka ke pemerintah setempat.

Mereka merasa telur hasil produksi usaha tidak terserap, akibat banjirnya telur dari luar daerah yang dijual lebih murah di pasaran Tabalong. 

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabalong, Jelita Anggraeni Maisarah menyambut kedatangan mereka bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah lainnya. 

Diantaranya juga terdapat Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Pertanian Tabalong dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan Tabalong. 

Dalam pertemuan itu, peternak mengeluhkan mereka tidak bisa bersaing harga karena tingginya harga pakan ternak yang masih mengandalkan produk luar daerah.

Jelita mengatakan, ada sekitar 25.000 butir telur ayam ras milik beberapa peternak lokal yang tertahan, karena persaingan dagang.

“Harga telur dari luar daerah sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan telur produksi peternak lokal kisaran Rp24.000 per kilogram,” jelasnya, Rabu (8/7/2026).

Padahal, jika melihat kesegarannya telur lokal lebih unggul dibanding telur asal luar daerah, disebabkan jarak tempuh yang panjang. 

Ia melihat, keluhan peternak lokal Tabalong yang datang ke kantor sekretariat daerah Senin (6/7/2026) itu muncul akibat kurangnya serapan telur dampak tidak beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tengah libur sekolah. 

Karenanya, para peternak diminta bersabar hingga masa libur sekolah selesai dan kembali beroperasi SPPG seperti semula.

"Waktu libur sekolah tinggal empat hari lagi. Jadi kami minta menunggu dulu empat hari ini, apakah ada perubahan atau tidak," jelasnya.

Jika tidak ada perubahan, Jelita menegaskan, Pemkab bertekad akan mengupayakan mencari solusi untuk mereka. 

Editor : Sutrisno
#Tabalong #tanjung