RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Tanaman serai wangi mulai memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Pualam Sari, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.
Selain memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, komoditas ini juga menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan eks tambang untuk kegiatan pertanian produktif.
Kelompok tani di Desa Pualam Sari mengelola areal tanam serai wangi seluas 4,8 hektare yang berada di atas lahan milik PT Sumber Kurnia Buana. Dari luasan tersebut, sekitar 3,31 hektare telah dipanen sebanyak tiga kali dengan total produksi minyak serai wangi mencapai lebih dari 225 kilogram. Sementara itu, panen berikutnya masih terus berproses.
Salah seorang petani serai wangi, Noor Hayati, mengatakan budidaya serai wangi memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok tani. Seluruh hasil panen daun serai diolah menjadi minyak atsiri melalui proses penyulingan di Kabupaten Banjar sebelum dipasarkan.
"Minyak serai wangi ini banyak manfaatnya. Bisa diolah menjadi bahan kosmetik maupun minyak urut," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, tanaman serai wangi dapat dipanen setiap tiga bulan sekali. Dengan pola panen yang rutin, kelompok tani memperoleh penghasilan secara berkesinambungan dari lahan yang difasilitasi perusahaan.
Menurut Noor Hayati, apabila seluruh areal tanam telah memasuki masa produksi optimal, hasil panen diperkirakan mampu menghasilkan hingga sekitar satu ton daun serai wangi dalam sehari.
"Lahan ini memang milik perusahaan, tetapi hasil pengelolaannya diperuntukkan bagi kelompok tani," katanya.
Dari setiap kali panen, kelompok tani memperoleh pendapatan sekitar Rp3,5 juta.
"Hingga saat ini, kegiatan budidaya serai wangi di lokasi tersebut telah memasuki beberapa kali panen dan terus menunjukkan perkembangan yang positif," ucapnya.
Keberhasilan budidaya serai wangi di Desa Pualam Sari diharapkan menjadi contoh pengembangan komoditas perkebunan bernilai tambah di Kabupaten Tapin. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pengolahan serai wangi juga membuka peluang berkembangnya industri minyak atsiri yang memiliki permintaan cukup tinggi di pasar.
Editor : Sutrisno