Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPBD Banjarmasin Amati Karhutla Wilayah Tetangga ! Sementara Aman Dari Dampak Kabut Asap

Zulvan Rahmatan • Senin, 6 Juli 2026 | 13:50 WIB
SEMPROT: Relawan Masyarakat Peduli Api Liang Anggang memadamkan api yang membakar lahan gambut di wilayah Pengayuan, Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru tahun 2023 lalu.
SEMPROT: Relawan Masyarakat Peduli Api Liang Anggang memadamkan api yang membakar lahan gambut di wilayah Pengayuan, Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru tahun 2023 lalu.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Musim kemarau 2026 mulai berdampak di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Beberapa daerah telah melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga menetapkan status siaga.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Kota Banjarmasin. Hingga kini, wilayah berjuluk Kota Seribu Sungai itu masih nihil titik panas (hotspot) maupun kebakaran lahan.

Meski demikian, Pemerintah Kota Banjarmasin belum mengendurkan kewaspadaan. Ancaman yang paling diantisipasi saat ini bukan berasal dari dalam kota, melainkan potensi kabut asap kiriman dari daerah tetangga yang terdampak karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan titik api yang mengharuskan pemerintah menetapkan status siaga darurat karhutla.

"Kalau untuk wilayah Banjarmasin masih aman. Belum ada titik api, sehingga kami juga belum menetapkan status siaga darurat karhutla," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Menurut Husni, penetapan status siaga di sejumlah kabupaten/kota lain merupakan langkah yang wajar karena wilayah tersebut memiliki kawasan hutan dan lahan yang luas serta sudah mulai ditemukan titik api.

Meski belum terdampak langsung, BPBD Banjarmasin tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan cuaca, potensi kebakaran, hingga kemungkinan masuknya kabut asap dari daerah sekitar.

"Yang kami antisipasi justru kiriman asap dari daerah tetangga apabila kebakaran meluas," katanya.

Sebagai bagian dari upaya antisipasi, BPBD Banjarmasin juga mengikuti Apel Siaga Karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Gubernur Kalsel. Setelah itu, seluruh BPBD kabupaten/kota akan menggelar rapat koordinasi guna menyusun langkah menghadapi puncak musim kemarau.

Husni menegaskan, apabila situasi memburuk, pola penanganan akan mengacu pada skema yang diterapkan saat karhutla 2023. Langkah tersebut meliputi pembentukan tim gabungan lintas instansi, pendirian posko penanganan, hingga berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Editor : Eddy Hardiyanto
#karhutla #Kabut Asap #BPBD Banjarmasin