RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - PLN ULP Pelaihari memastikan perbaikan gangguan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) terus berlangsung. Di tengah aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di Kantor PLN ULP Pelaihari, Kamis (2/7/2026), manajemen menegaskan penyebab pemadaman bergilir berasal dari gangguan pada pembangkit, bukan akibat kekurangan pasokan batubara.
Manajer PLN ULP Pelaihari Hudaibiy Hibban menerima perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL) serta Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanah Laut. Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan terkait pemadaman listrik yang beberapa waktu terakhir terjadi di Kabupaten Tanah Laut.
Menanggapi aspirasi tersebut, Hudaibiy mengatakan PLN telah berkoordinasi dengan General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) maupun Manajer UP3 Banjarmasin.
Menurut dia, General Manager PLN UID Kalselteng telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi.
"Beliau menitipkan pesan yang pada intinya mewakili PLN UID Kalselteng untuk memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian pemadaman yang terjadi di wilayah Kalselteng," ujarnya.
Gangguan Berasal dari PLTGU
Hudaibiy menjelaskan, pemadaman bergilir dilakukan setelah terjadi gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang masuk dalam sistem interkoneksi Kalselteng.
Gangguan tersebut mengurangi pasokan daya dalam sistem, sementara beban pemakaian listrik tetap tinggi. Untuk menjaga kestabilan jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengurangan beban melalui pemadaman bergilir.
Terkait kompensasi kepada pelanggan, Hudaibiy memastikan mekanismenya mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
Pelanggan prabayar yang memenuhi ketentuan akan memperoleh penambahan token listrik, sedangkan pelanggan pascabayar mendapatkan potongan tagihan sesuai regulasi yang berlaku.
Perbaiki Sistem Informasi
PLN juga mengakui penyampaian informasi kepada masyarakat pada awal terjadinya gangguan belum berjalan optimal.
"Kami memohon maaf karena pada awal terjadinya pemadaman informasi memang terlambat disampaikan. Saat itu informasi hanya dibagikan melalui grup komunikasi PLN yang beranggotakan para camat dan kepala desa di Tala," kata Hudaibiy.
Sebagai tindak lanjut, PLN telah menyiapkan kanal informasi melalui WhatsApp Channel resmi dan grup PLN Menyapa di setiap kecamatan. Sosialisasi juga akan dilakukan kepada camat agar informasi pemadaman lebih cepat diteruskan hingga tingkat desa.
Hudaibiy menambahkan, perbaikan pembangkit ditargetkan selesai pada Juli 2026.
"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses perbaikan dapat segera diselesaikan. Setiap hari terus ada progres pekerjaan," ujarnya.
Ia sekaligus meluruskan informasi yang beredar mengenai penyebab pemadaman.
"Untuk sistem kelistrikan di Kalimantan, informasi tersebut tidak benar. Pemadaman yang terjadi murni disebabkan gangguan pada pembangkit dan bukan karena kekurangan pasokan batubara," tegasnya.
Sementara itu, mahasiswa HPPMTL dan PC PMII Tanah Laut meminta PLN meningkatkan pelayanan, transparansi informasi, serta memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak. Mereka juga meminta evaluasi terhadap sistem penyampaian informasi kepada masyarakat. (*)
Editor : M. Ramli Arisno