RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Ancaman pergesekan sosial akibat konten liar di media sosial, hingga maraknya penggunaan gawai yang tak terkendali di kalangan pelajar, kini menjadi atensi serius di Balangan.
Masalah kerawanan sosial di ranah digital ini tak lagi dianggap sepele. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Balangan bersama tim Pusat Komunikasi dan Informasi Kewaspadaan Dini (Puskomin) tengah meracik formulasi khusus untuk meredam potensi konflik tersebut.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Balangan, M Rasyidan Razak menyebut, masifnya arus informasi liar dan tingginya paparan gawai pada anak sekolah ibarat bom waktu. Jika dibiarkan mengalir tanpa regulasi yang jelas, hal ini bisa memicu rentetan masalah sosial yang lebih rumit.
"Dua isu ini, ditambah tren pencurian yang belakangan mulai marak, sengaja kami angkat ke permukaan. Ini murni hasil pantauan dan deteksi dini tim di lapangan. Dinamika sosial seperti ini harus cepat disikapi agar ada langkah antisipasi konkret dari pemerintah daerah," tegas Razak, Kamis (2/7).
Ia memastikan, pemetaan masalah sosial yang juga menyerap masukan tajam dari jajaran Polres Balangan, TNI, Kejaksaan Negeri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) ini tidak akan sekadar menjadi wacana. Saat ini, pihaknya sedang mematangkan draf laporan komprehensif dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi dampak sosial kemasyarakatan maupun koridor penegakan hukumnya.
"Rumusan ini secepatnya akan kami serahkan langsung ke meja pimpinan daerah. Ini akan menjadi acuan dan bahan pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan strategis ke depan, terutama menyangkut perlindungan anak usia sekolah dan ketertiban umum," tambahnya.
Editor : M Oscar Fraby