RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Ancaman kekeringan mulai nyata di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar seiring masuknya musim kemarau 2026.
Kondisi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Banjar memperkuat langkah antisipasi dengan menyiagakan ratusan unit tandon air bersih untuk mempercepat distribusi bantuan ke daerah terdampak.
Langkah itu dilakukan seiring mulai masuknya permintaan bantuan air bersih dari masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.
Bahkan, distribusi air bersih sudah dilakukan ke sebuah pondok pesantren di Kecamatan Beruntung Baru.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan pihaknya telah menyiapkan armada, personel, hingga sumber air bersih guna mengantisipasi dampak kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September mendatang.
“Musim kemarau sudah mulai terasa. Beberapa masyarakat bahkan sudah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Kami sudah melakukan dropping air bersih ke pondok pesantren di Beruntung Baru menggunakan satu unit tangki berkapasitas 4.500 liter,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Menurut Wasis, BPBD saat ini menyiapkan sekitar 130 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter per unit untuk mendukung pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kekeringan.
Selain memastikan ketersediaan armada distribusi, kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat juga telah melalui pemeriksaan laboratorium sehingga aman digunakan.
BPBD juga membuka layanan permohonan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air selama musim kemarau.
Untuk lembaga seperti pondok pesantren maupun fasilitas umum, permohonan bantuan dapat diajukan melalui surat resmi kepada BPBD. Sementara masyarakat umum dapat berkoordinasi melalui pemerintah desa setempat.
Meski demikian, Wasis mengakui kemampuan distribusi air bersih BPBD memiliki keterbatasan.
Karena itulah, menurutnya diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan daerah air minum, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih luas.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah wilayah yang kerap jadi langganan kekeringan saat kemarau panjang.
“Biasanya warga di wilayah Kecamatan Tatah Makmur, Astambul, serta beberapa desa lain yang menjadi langganan distribusi air bersih,” ungkapnya
Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD Banjar juga melakukan pengecekan peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari pompa air, selang pemadam, armada operasional hingga kesiapan personel.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan efisien. Selain itu, mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat memperparah dampak musim kemarau,” pungkas Wasis.
Editor : Arif Subekti