Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Festival Bamboo Rafting Loksado Tarik 300 Peserta Jelajahi Sungai Amandit

M Padil Ihsan • Minggu, 28 Juni 2026 | 16:29 WIB

 

BALANTING: Sebanyak 300 peserta menyusuri Sungai Amandit dengan lanting bambu pada Festival Bamboo Rafting 2026 di Loksado, Minggu (28/6). (Foto: M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
BALANTING: Sebanyak 300 peserta menyusuri Sungai Amandit dengan lanting bambu pada Festival Bamboo Rafting 2026 di Loksado, Minggu (28/6). (Foto: M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Festival Bamboo Rafting 2026 di Loksado diikuti sekitar 300 peserta yang menyusuri Sungai Amandit menggunakan lanting bambu, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Festival Bamboo Rafting 2026 di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), sekaligus mengangkat tradisi balanting paring sebagai daya tarik wisata budaya.

Peserta memulai perjalanan dari kawasan wisata Alam Roh Tujuh Resort di Desa Lok Lahung dan finis di Dusun Ni'ih, Desa Hulu Banyu. Sepanjang beberapa kilometer, mereka menikmati panorama Pegunungan Meratus yang masih alami sambil menaklukkan arus Sungai Amandit, mulai dari aliran tenang hingga jeram berbatu.

Festival Bamboo Rafting Angkat Tradisi Balanting Paring

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HSS, Dody Puriyandhani, mengatakan antusiasme masyarakat dan wisatawan pada pelaksanaan festival tahun ini cukup tinggi.

"Tersedia 100 lanting, dengan masing-masing lanting berisi tiga peserta dan satu joki. Jadi total peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 300 orang," ujarnya.

Menurut Dody, Festival Bamboo Rafting bukan sekadar wisata petualangan. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya melestarikan tradisi balanting paring yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Loksado.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten HSS sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Balanting paring merupakan tradisi masyarakat Loksado yang memanfaatkan lanting bambu sebagai sarana transportasi di Sungai Amandit. Kini, tradisi itu dikemas menjadi atraksi wisata yang menawarkan pengalaman menyusuri sungai di tengah keindahan Pegunungan Meratus.

Peserta Nikmati Sensasi Jeram Sungai Amandit

Salah satu kelompok peserta, Hana Humaira, Khansa, dan Kikan Nayya, mengaku memperoleh pengalaman yang tak terlupakan selama mengikuti festival tersebut.

"Seru banget, pengalaman yang luar biasa. Apalagi saat melewati jeram berbatu, adrenalinnya langsung terpacu dan kami jadi teriak-teriak sepanjang perjalanan," ujar mereka.

Festival Bamboo Rafting menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang setiap tahun mampu menarik ratusan peserta. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Loksado sebagai destinasi wisata alam dan budaya andalan di Kalimantan Selatan. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#Festival Bamboo Rafting Loksado #Sungai Amandit Loksado #Balanting Paring HSS #Wisata Loksado Kalimantan Selatan #Festival wisata Hulu Sungai Selatan