Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sempat Meroket, Sejumlah Harga Bapok di Kalsel Kembali Masuk Koridor Normal

Sheilla Farazela • Minggu, 28 Juni 2026 | 14:58 WIB
suasana jual beli di pasar Bauntung Banjarbaru (Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
suasana jual beli di pasar Bauntung Banjarbaru (Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan pergerakan harga bahan pokok di bumi Lambung Mangkurat secara umum masih berada dalam koridor normal. 

Meski demikian, intervensi dan pemantauan ketat terus digeber menyusul sempat meroketnya sejumlah komoditas bumbu dapur, seperti bawang merah dan cabai, di beberapa kabupaten/kota di Kalsel.

Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Disdag Kalsel, Adilla Redha Yanti mengungkapkan, fluktuasi harga paling mencolok sempat menerpa komoditas bawang merah.

 Di tingkat eceran, harga bawang merah yang normalnya bertengger di kisaran Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, sempat melejit ekstrem hingga menyentuh angka Rp 75.000 sampai Rp 80.000 per kilogram.

Merespons lonjakan tak wajar tersebut, Disdag Kalsel langsung bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor besar di Banjarmasin.

"Kami langsung turun ke distributor bawang merah. Dari hasil penelusuran, kemarin memang ada kendala teknis pada arus pasokan (supply) yang masuk ke Kalsel, sehingga stok di pasaran sempat menipis dan memicu lonjakan harga," ujar Adilla saat dikonfirmasi.

Namun, Adilla mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Pihak distributor telah memberikan jaminan bahwa pasokan bawang merah kini sudah kembali normal dan berangsur aman. 

Terkait masih tingginya harga di tingkat pedagang eceran di beberapa daerah, ia menyebut hal itu hanya masalah penyesuaian waktu.

"Beberapa daerah dilaporkan harganya masih tinggi karena pedagang di sana harus menghabiskan dulu sisa stok barang yang kemarin terlanjur mereka beli dengan harga mahal. Tapi komitmen dari distributor, harga seharusnya sudah mulai turun," imbuhnya.

Selain bawang merah, komoditas cabai—baik cabai rawit maupun cabai kering—juga menjadi perhatian serius. Adilla menyebutkan, cabai merupakan komoditas dinamis yang menjadi atensi nasional dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi mingguan.

Di Kalsel sendiri, harga cabai terpantau sangat variatif. Sebagai gambaran, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk cabai merah keriting idealnya berada di angka Rp 37.000 hingga Rp 55.000 per kilogram. 

Namun di lapangan, harganya sempat menembus Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram di Banjarmasin. Sementara di Hulu Sungai Tengah (HST), harganya justru terpantau lebih landai di angka Rp 40.000 per kilogram.

"Untuk cabai, supply-nya sebenarnya masih bagus, cuma harganya memang masih sedikit di atas HET. Harganya sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, tapi trennya sekarang sudah mulai ada penurunan," jelas Adilla.

Berbeda dengan bumbu dapur, harga komoditas hewani justru menunjukkan tren penyusutan yang positif. 

Harga telur ayam ras yang dipatok HET maksimal Rp 30.000 per kilogram, kini sudah melandai di kisaran Rp 28.000 per kilogram di tingkat pengecer.

 Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras yang dilaporkan mulai mengalami penurunan harga di berbagai wilayah Kalsel.

Kondisi ini diamini oleh Darmanto, salah seorang pedagang telur di Pasar Bauntung Banjarbaru. Ia membenarkan bahwa harga telur selama empat bulan terakhir turut mengalami penurunan bertahap.

"Kalau empat hari ini sudah di angka Rp 27.000 per kilogram, dari yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 32.000 per kilogram," sebut Darmanto.

Senada, Reza, salah satu pedagang cabai di pasar yang sama, juga mengakui harga lombok perlahan mulai merangkak turun setelah sempat melambung tinggi. Masuknya pasokan cabai dari Pulau Jawa disinyalir menjadi pemicu utama kembali stabilnya harga di pasaran.

"Alhamdulillah, harga cabai sekarang lagi turun. Penyebabnya karena ada lombok dari Jawa yang masuk ke sini, jadi bisa mengimbangi stok lombok lokal," pungkas Reza.

Editor : Arif Subekti
#bawang merah dan cabai #sempat melinjak ekstrem #memastikan harga komoditas