Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Realisasi RPJMD Kalsel Lampaui Target

Sheilla Farazela • Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:01 WIB
REALISASI: Pembangunan Jalan Lampihong–Paringin di Kabupaten Balangan yang dilaksanakan Pemprov Kalsel. Progresnya telah mencapai 63,31 persen. 
REALISASI: Pembangunan Jalan Lampihong–Paringin di Kabupaten Balangan yang dilaksanakan Pemprov Kalsel. Progresnya telah mencapai 63,31 persen. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Selatan periode 2025–2029 di bawah nakhoda Gubernur Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi menorehkan rapor impresif pada tahun pertama.

Mayoritas indikator kinerja utama pembangunan mencatatkan realisasi yang berhasil melampaui target yang dicanangkan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025, akselerasi pembangunan bergerak tepat pada jalurnya (on the track). 

Tren positif ini menjadi modal kuat dalam mewujudkan visi besar Kalsel Bekerja Menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

"Pada aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Lambung Mangkurat berhasil menyentuh angka 76,10 atau mencapai 100,82 persen dari target. Keberhasilan ini linier dengan merosotnya angka kemiskinan menjadi 3,84 persen, melampaui target yang dipatok sebesar 3,85 persen," ujar Suprapti Tri Astuti saat memaparkan hasil evaluasi pembangunan daerah.

Sektor perekonomian juga menjadi panggung pembuktian performa gemilang Pemprov Kalsel.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sepanjang tahun 2025 mendarat di angka 5,46 persen, mengangkangi target RPJMD yang berada di level 5,30 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita melesat signifikan dari Rp60,21 juta menjadi Rp70,94 juta, atau setara 100,17 persen dari target.

Memasuki tahun 2026, motor perekonomian Banua terbukti semakin bertenaga. Pada Triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Kalsel meroket di angka 5,67 persen secara year-on-year (yoy). Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 0,85 poin persentase jika dikomparasikan dengan Triwulan I-2025 yang bertengger di angka 4,82 persen.

Suprapti menegaskan, capaian impresif ini diraih di tengah bayang-bayang tekanan fiskal nasional dan kebijakan efisiensi anggaran. Pemprov Kalsel menyiasati tantangan tersebut bukan sebagai barikade pembatas, melainkan momentum melakukan penajaman prioritas melalui refocusing program.

"Kami memastikan setiap rupiah anggaran dikonversi menjadi program belanja yang berkualitas, efektif, dan menyentuh langsung lima Prioritas Daerah dalam RKPD. Melalui strategi ini, sasaran RPJMD optimistis dapat dipenuhi secara berkelanjutan hingga tahun 2029," tegasnya dengan nada optimistis.

Kinerja Makro di Atas Nasional

Tidak hanya fokus pada akselerasi ekonomi, aspek kelestarian lingkungan hidup dan tata kelola birokrasi di bawah kepemimpinan Muhidin-Hasnuryadi ikut mendapat rapor hijau. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalsel bertengger di level 78,23 atau merealisasikan 108,17 persen dari target.

Lompatan radikal terjadi pada persentase penurunan emisi gas rumah kaca yang melambung dari 26,60 persen menjadi 87,33 persen, didukung peningkatan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 15,11 persen.

Di bidang tata kelola pemerintahan, akuntabilitas keuangan daerah dibuktikan dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, Tingkat Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kalsel melonjak tajam dari level 2 menuju level 3,091, merefleksikan penguatan sistem kendali intern yang kian solid.

Jika dikomparasikan di tingkat nasional, potret makro pembangunan Kalimantan Selatan menunjukkan performa strategis yang jauh lebih sehat.

Angka kemiskinan Kalsel yang sebesar 3,84 persen juga jauh lebih rendah dibanding rata-rata kemiskinan nasional yang berada di angka 5,32 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mampu ditekan ke posisi 4,10 persen, lebih baik dari angka nasional sebesar 4,90 persen.

Pemerataan pendapatan masyarakat juga tercatat sangat berkeadilan. Rasio Gini Kalimantan Selatan sukses dipatok pada angka 0,287, jauh meninggalkan indeks ketimpangan nasional yang berada di level 0,363. Dari sisi ekologi, IKLH Kalsel setinggi 78,23 juga mengungguli capaian nasional sebesar 76,49.

Selain indikator makro di atas kertas, masyarakat secara riil disuguhkan jajaran megaproyek fisik di lapangan. Fondasi konektivitas dan daya saing daerah terus digenjot lewat akselerasi pembangunan Jembatan Pulau Laut-Pulau Kalimantan, perluasan jangkauan transportasi pelosok via Penyediaan Layanan Angkutan Umum berkonsep Buy The Service (BTS), hingga pembangunan infrastruktur olahraga skala masif berupa Stadion Bertaraf Internasional. 

Editor : Sutrisno
#Bappeda Kalsel #banjarbaru #Kalsel